#KabarHaji

Ini Tiga Fungsi Kartu Kesehatan Jemaah Haji 2019

gomuslim.co.id - Untuk mengurangi resiko jemaah sakit dan kelelahan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menandai jamaah risiko tinggi (risti) dengan kartu kesehatan jemaah haji (KKJH) yang berwarna oranye.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka mengatakan, KKJH ini merupakan bentuk komitmen kementerian untuk menyesuaikan era digitaliasi dan paperless atau mengurangi penggunaan kertas.

"Karena kita sudah era 4.0 segala sesuatu itu sedapat mungkin paperless dan digitalisasi yang terus berjalan," ujar Eka, Rabu (03/07/2019).

Dalam hal ini, Kemenkes melaui Pusat Kesehatan Haji membuat KKJH memiliki tiga fungsi sekaligus dalam mengawal kesehatan. Sehingga KKJH dipastikan praktis dan aman digunakan jemaah.

 

Baca juga:

Kemenkes Siapkan 79 Ton Stok Obat-obatan untuk Jemaah Haji

 

"Dalam kartu kesehatan jamaah haji ini ada  3in1. Pertama di KJH ini memiliki barcode dan QR code. Sehingga ketika di-scan atau difoto oleh petugas kesehatan akan diketahui seluruh catatan kesehatan jemaah haji,” papar dia.

Kemudian, dalam KKJH juga memuat tentang status kesehatan pemegang KKJH, dan kedua KKJH itu ada tanda jemaah sudah divaksin.

"Nanti gampang kalau di Saudi dengan KKHJ dikalungin ketika ditanya mana vaksinnya sudah tinggal tunjukin ada disini," kata Eka sembari menunjukan KKJH seukuran paspor.

Fungsi yang ketiga di KKJH adalah ada penanda risti dan tidak risti. Tanda jamaah risti warnanya oranye dan tanda jemaah tidak risti warnanya putih.

"Warna oranye menandakan bahwa yang bersangkutan memiliki resiko tinggi artinya yang bersangkutan ini punya penyakit di dalamnya. Kala yang sehat maka dia akan putih saja begini," katanya.

Eka memastikan KKJH ini sangat hemat biaya dan efektif mengetahui tentang  riwayat kesehatan jemaah. Dengan adanya KKJH ini negara tidak perlu lagi mengadakan gelang dan buku kesehatan jemaah haji (BKJH).

Untuk membuat KKJH ini Kemenkes hanya butuh kertas saja, dengan sistem komputerisasi haji terpadu (siskohatkes) bidang kesehatan yang terintegrasi dengan siskohat Kementerian Agama.

Hal ini menjadi salah satu komitmen dari Kementerian Kesehatan supaya bisa seluruh jemaah haji memeriksakan kesehatannya secara patuh masuk ke dalam siskohatkes. (nat/rep/dbs/foto:radarbanyumas)

 

Baca juga:

Persiapan Penyambutan Jemaah, Tim Advance Petugas Haji Terbang ke Saudi

 


Back to Top