Muslim Travelers Ada Rencana Mau Liburan? Ini 15 List Festival Sepanjang Bulan Juli 2019

gomuslim.co.id - Dalam Calendar of Event (CoE) nasional 2019, Kementerian Pariwisata Indonesia menetapkan 100 festival tahunan. Tujuannya agar wisatawan dalam maupun luar negeri dapat menikmati keindahan Indonesia baik dari segi alam, budaya, hingga atraksi buatan manusia atau dikenal dengan istilah man made.

Festival-festival tersebut digelar sepanjang tahun yang jadwal penyelenggaraannya telah dirilis sejak awal tahun ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap dengan dirilisnya CoE nasional ini wisatawan semakin banyak wisatawan yang tertarik datang ke Indonesia. Festival-festival ini juga dapat menjadi pilihan kegiatan kamu mengisi waktu liburan.

Berikut ini daftar festival yang dapat kamu kunjungi selama bulan Juli 2019.

1. Festival Biak Munara Wampasi

Serangkaian acara yang digelar di Kabupaten Biak Numfor dan terdiri dari beberapa rangkaian, antara lain snap mor (menangkap ikan di air laut surut/meti), apen beyeren (berjalan kaki di atas batu panas), lari Biak 10 km, perjalanan kapal pesiar ke objek wisata, pameran anggrek dan budaya, hiburan band, kesenian dan tari khas Biak. Digelar pada tanggal 1 hingga 6 Juli 2019.

2. Toraja International Festival Toraja

Festival budaya bertaraf internasional yang dilaksanakan di Toraja. Peserta berasal dari berbagai negara Asia, Eropa, Amerika tahun 2018 adalah pelaksanaan yang ke-6. Digelar pada tanggal 5 hingga 8 Juli 2019 di Sulawesi Selatan.

3. Festival Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat Festival

Merupakan strategy promosi pariwisata dalam bentuk event marketing untuk memperkenalkan Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur melalui potensi dan daya tarik wisata Kuda Sandelwood dan tenun ikatnya yang sudah mendunia. Digelar pada tanggal 5 hingga 21 Juli 2019.

4. Ziarah Kubro

Menziarahi makam para ulama dan pendiri Kesultanan Palembang Darussalam. Tradisi ini menjadi unik karena makam yang dikunjungi tak hanya satu, tetapi beberapa makam dan berlangsung tiga hari berturut-turut. Digelar pada tanggal 17 Juli 2019 di Kota Palembang.

5.  Festival Babukung

Festival ini berawal dari Babukung merupakan sejenis tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau. Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung.

Bukung-bukung ini datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat dengan tujuan menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan. Digelar pada tanggal 17 Juli 2019 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

6.  Festival Bumi Rafflesia

Dilatarbelakangi oleh potensi wissata alam, fenomena alam yang unik dan tersebar pada kawasan konservasi hutan hujan tropis dengan keanekaragaman sumberdaya hayati antara lain bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldii. Festival Bumi Rafflesia menyajikan berbagai rangkaian kegiatan yang bisa dinikmati wisatawan yaitu pergelaran seni budaya, Etnic Fashion Carnival, Pesta Kuliner Khas Bengkulu, Pesta Kopi Khas Bengkulu, Pameran Pariwisata, Lomba Lukis, Lomba Nyanyi, dan Lomba Photo. Digelar pada tanggal 18 hingga 22 Juli 2019.

7. Mizan Al Sufi Mizan

Al Sufi Festival Musik dan Pertunjukan yang diselenggarakan di Pesantren Al Mizan Majalengka telah berlangsung satu dekade. Dimulai dari tradisi musik Ki Buyut yang digunakan untuk berdakwah bagi iman yang terbuka, kini menjadi festival keberagaman yang aktif dan unik.

Menghadirkan berbagai aliran musik sufi, ditampilkan pula ekspresi seni dari lintas iman yang memperkaya ekspresi religius berbagai tradisi. Digelar pada tanggal 20 Juli 2019.

8. Tanah Lot Arts Festival

perbaduan dari unsur kesenian, kebudayaan, serta kuliner yang dipadu menjadi sebuah inovasi tersendiri untuk sebuah event. Dimana di harapkan pagelaran Tanah Lot Art Festival ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri terhadap wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara. Digelar pada 20 Juli 2019.

9. Toboali City on Fire Sesi 4

Digagas untuk memberikan wajah baru bagi Pariwisata Kabupaten Bangka Selatan, dengan tujuan mengobarkan semangat berapi-api untuk membangkitkan sektor Pariwisata dan Budaya. Berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan alam, budayanya dan tidak hanya mengandalkan Timah sebagai basis utama perekonomian.

Terdiri atas 16 rangkaian acara bertema Budaya, Olahraga, Tradisi, Kompetisi juga Carnival yang diselenggarakan selama 4 hari. Digelar pada 25 hingga 28 Juli 2019.

10. ART JOG

Kegiatan seni rupa yang diselenggarakan setiap tahun guna menampung potensi baru sekligua menghadirkan cakrawala seni melalui masterpiece para maestro dipanggung yang sama. Digelar pada 25 Juli hingga 25 Agustus 2019.

11. Solo Batik Carnival

Citra kota Solo sebagai salah satu kota wisata dan kota budaya di Indonesia tak lepas dari salah satu peninggalan budaya leluhur yaitu batik. Menurut historikal kulturalnya, batik Solo menjadi salah satu akar pertumbuhan tradisi batik nusantara. Potensi batik yang sangat luar biasa dapat dipresentasikan serta divisualisasikan dalam beberapa hal, di antaranya melalui Solo Batik Carnival. Digelar pada tanggal 26 hingga 28 Juli 2019.

 

Baca juga:

Kenalkan Wisata Nusantara, Kemenpar Ajak Travel Malaysia Fam Trip ke Banyuwangi-Bali

 

12. Festival Pesona Bunaken

Pelestarian sumber daya alam bawah laut, seni budaya di Pulau Bunaken sehingga dapat memberikan jaminan keberlangsungan pariwisata setempat yang pada akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Digelar mulai tanggal 26 hingga 29 Juli 2019.

13. Festival Cisadane

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 1993. Festival ini menampilkan beragam kebudayaan yang ada di Tangerang dengan berbagai macam kesenian dan hiburan. Tidak hanya itu Festival Cisadane juga menampilkan stand bazar murah dari UKM sekitar Tangerang. Festival Cisadane bertujuan untuk mempromosikan kebudayaan yang ada di Tangerang sekaligus untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dan hiburan rakyat. Digelar pada tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2019.

14. Banyuwangi Ethno Carnival

Karnaval etnik meriah yang digelar di Sunrise of Java, menyajikan keanggunan busana etnik nusantara. Peserta, penonton dan penyelenggara yang bergairah merupakan daya tarik karnaval ini. Keragaman etnik yang menyusun masyarakat, terpantul pada festival rakyat ini. Jawa, Madura, Padalungan, Bali dan Osing akan bercampur menyusun ekspresi seni yang unik.

Dengan alunan suara dan gerak Gandrung Sewu, yang menjadi ikon Banyuwangi, karnaval mengalir di sepanjang jalan. Pada karnaval ini, orang datang untuk melihat dan dilihat. Festival ini digelar pada tanggal 28 Juli 2019.

15. Jember Fashion Carnaval (JFC)

Merupakan jawaban benua kepulauan terhadap festival dunia, baik Rio Carnaval, Noting Hill dan Venesia. Fashion Extravagansa yang ditampilkannya sepanjang lebih dari tiga kilometer, menyebabkan kota tenang Jember di Jawa Timur, masuk dalam peta kota karnaval dunia. Acara berlangsung empat hari dengan kategori anak, beragam adat, pameran dan konvensi fashion. Digelar pada tanggal 30 Juli hingga 4 Agustus 2019. (nat/kompas/foto:idntimes)

 

 

Baca juga:

Ada Enam Event Religi, Pemprov Jabar Luncurkan West Java Calendar of Event 2019


Back to Top