DMI Ganti Karpet Masjid Al Munawaroh yang Dimasuki Anjing

gomuslim.co.id – Kasus perempuan membawa anjing ke masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satunya dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang baru-baru ini menyumbangkan karpet baru ke masjid, Selasa (2/7/2019)

Sumbangan tersebut diberikan untuk mengganti karpet masjid yang akhirnya digulung dan dikeluarkan karena terinjak anjing. Koordinator Kebersihan dan Sanitasi Lingkungan Masjid Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Yadi Jentak, mengatakan bahwa penggantian karpet tersebut adalah perintah dari Ketua Harian DMI Pusat, Syafruddin.

Menurutnya, penggantian tersebut bertujuan untuk meminimalisir mindset masyarakat muslim yang beranggapan najis dari anjing tidak akan hilang meskipun sudah dicuci. “Ada juga yang berpikir kalaupun sudah dicuci nggak akan hilang najisnya, makanya pak Syafrudin (Ketua DMI) langsung berinisiatif mengganti karpet,” ujarnya.

Yadi mengungkapkan bahwa karpet baru itu berasal dari penyumbang yang tidak ingin disebut namanya (Hamba Allah). "Pak Syafruddin yang memerintahkan saya untuk mengganti karpet. Namun ketika saya di toko tadi pagi, ada hamba Allah, pengusaha muslim yang menelpon agar kwitansinya dikirim kepadanya," katanya.

Total karpet yang dikirimkan ke masjid tersebut mencapai 85 rol yang masing-masing rol berukuran 1,20 x 6 meter. Karpet gulung tersebut bernilai ratusan juta rupiah. Rencananya, proses serah terima dilakukan oleh Ketua Harian DMI, Syafruddin kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Munawaroh, KH Abah Raodl Bahar.

 

Baca juga:

Ini Respon DMI Terkait Wanita Bawa Anjing ke Masjid

 

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan akan membawa masalah ini ke dalam rapat pimpinan (rapim). Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas mengaku tak yakin pelaku benar-benar sadar membawa anjingnya masuk ke masjid.

"Kalau di kejadian ini kan masuk masjid, pakai sepatu, membawa anjing. Kalau itu dilakukan oleh orang yang sadar, waras, jelas itu akan masuk kategori penistaan agama. Yang jelas, MUI tidak yakin kalau itu dilakukan oleh orang yang waras, sadar, karena rasanya kok nggak masuk akal dilakukan di negara yang mayoritas muslim oleh agama minoritas. Itu rasanya tidak masuk akal oleh nalar kita yang sehat," ujarnya.

KH Abah Raodl selaku Pengurus masjid meminta warga tak terpecah dan waspada terhadap provokasi. "Abah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, umat Islam pada khususnya, jangan terprovokasi oleh berita-berita tambahan berita hoak gitu. Jadi jangan sampai kasus ini dimanfaatkan oleh pihak ketiga sehingga umat Islam yang lainnya terpecah-belah," tuturnya. (jms/tempo/tribun/dbs)

 

Baca juga:

Kemenag Minta Masyarakat Serahkan Kejadian ‘Wanita Bawa Anjing ke Masjid’ ke Pihak Berwajib


Back to Top