Begini Nasib Satu-Satunya Restoran Halal di Westhampton New York

gomuslim.co.id – Kekhawatiran tentang masa depan satu-satunya restoran halal di East End (Long Island), Westhampton, New York, Amerika Serikat akhirnya selesai. Seorang muslim dikabarkan telah membeli retoran tersebut dan memutuskan untuk tetap menyediakan menu halal.

Pemilik retoran Beach Bakery yang baru, Rashid Sulehri menegaskan bahwa dirinya akan menjaga makanan halal mengikuti standar imannya orang Islam, dan sesuai dengan hukum Yahudi. Ia menyebut, memiliki restoran tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

"Anak-anak Abraham dapat duduk di bawah satu atap dan mereka berkesempatan untuk melihat seberapa banyak kesamaan yang mereka miliki. Alih-alih menjauh satu sama lain dan hanya memikirkan betapa berbedanya mereka satu sama lain," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Newsday, Senin (8/7/2019).

Sebelumnya, komunitas Yahudi mulai khawatir ketika sebuah restoran roti bernama Beach Bakery & Grand Café di Westhampton Beach akan dijual tahun lalu.

Chavie Kahn telah datang ke kafe selama musim panas selama dua dekade. Dia bersemangat tentang perubahan apa yang mungkin dilakukan Sulehri. "Ini adalah awal yang baru. Sangat penting bagi kita memiliki tempat yang halal," katanya.

Pimpinan The Hampton Synagogue di Westhampton Beach, Marc Schneier, memuji janji Sulehri untuk menjaga restoran halal. Ia menyebut langkah tersebut sebagai contoh kerjasama dan koeksistensi antaragama.

"Butuh anggota yang taat dari kepercayaan Muslim untuk datang dan mempertahankan standar toko roti yang halal bagi komunitas Yahudi," kata Schneier.

 

Baca juga:

Mudahkan Muslim Travelers, Boston Hadirkan Restoran Halal

 

Sejak Sulehri mengambil alih Beach Bakery pada akhir April lalu, pelanggan Muslim semakin banyak yang bergabung dengan pelanggan lama Yahudi terutama selama 'Idul Fitri, hari besar yang menandai akhir bulan suci Ramadhan. “Baik orang Yahudi dan Muslim dapat bercengkrama, tertawa dan bersenang-senang satu sama lain,” ungkapnya.

Dalam Syariah Islam, istilah 'halal' umumnya digunakan untuk daging, tetapi juga berlaku untuk produk makanan lain, kosmetik, produk perawatan pribadi, dan obat-obatan yang tidak boleh berasal dari sumber non-halal seperti babi.

Halal juga berlaku untuk bahan-bahan lain yang dikonsumsi dan dimakan yang tidak boleh membahayakan kesehatan manusia. Misalnya, Islam menganggap anggur, minuman beralkohol, rokok, E-cigs, hookah, dan hal-hal tidak sehat lainnya sebagai bagian dari yang tidak halal.

Untuk sesuatu yang dianggap halal, hewan dari mana asalnya harus diperlakukan dengan baik, dibesarkan dengan cara yang manusiawi dan sehat, dan disembelih menurut Syariah karena alasan kebersihan.

Dalam Yudaisme, makanan Kosher adalah makanan yang sesuai dengan hukum diet orang-orang Yahudi Kashrut dan hukum Halakha. Lebih khusus lagi, Shechita membantai mamalia dan burung tertentu untuk dimakan menurut Kashrut. (jms/newsday)

 

Baca juga:

Ratusan Restoran dan Kafe di Iran Ditutup Karena Tak Terapkan Kaidah Islam


Back to Top