BWI Tingkatkan Literasi Wakaf di Bidang Pendidikan

gomuslim.co.id - Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus meningkatkan literasi wakaf dengan mempromosikan edukasi mengenai kesadaran berwakaf di dunia pendidikan. Pengembangan keilmuan wakaf juga dilakukan melalui pendirian pusat pendidikan untuk profesional di bidang wakaf.

“Literasi wakaf kita akan masuk ke dalam lembaga-lembaga pendidikan baik itu perguruan tinggi maupun sekolah menengah. Ini menjadi prioritas utama BWI,” tegas Wakil Ketua BWI, Imam Teguh Saptono di sela acara “Bincang Wakaf BWI dengan Jurnalis Peduli Wakaf” di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Dia mengungkapkan, BWI bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam pengembangan dan implementasi keilmuan wakaf melalui program studi pascasarjana Magister Wakaf di Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).

“Ini menjadi satu-satunya program magister wakaf di dunia. Tidak hanya itu Gontor sendiri sudah menjadi pelaku wakaf,” imbuh Imam.

 

Baca juga:

Ini Bukti Wakaf Masyarakat Indonesia bagi Pembangunan Indonesia

 

Selain itu, Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor, yang terletak di Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur ini tumbuh dan berkembang dari hasil  wakaf produktif yang dijalankan.

Menurutnya, pesantren ini tercatat memiliki aset wakaf produktif berupa 1.740 ha lahan kering untuk perkebunan dan 1.853 ha sawah yang masih produktif. Sejak Mei 2018, BWI sudah aktif masuk ke kampus-kampus di semua provinsi di Indonesia melalui kegiatan “Wakaf Goes to Campus,” untuk membuka literasi mahasiswa tentang pentingnya wakaf.

Sementara itu, Anggota BWI Susono Yusuf menjelaskan, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan kampus-kampus ternama mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lainnya.

Kegiatan “Wakaf Goes to Campus” diisi dengan seminar, lomba menciptakan lagu wakaf, membuat video pendek wakaf produktif, pemilihan duta wakaf kampus, dan pameran atau expo.

“Mahasiswa diminta membuat video pendek wakaf produktif. Kalau mereka mau buat video, berarti kan harus baca dulu, itu literasinya. Sedangkan seminar sendiri beda-beda, ada yang membangun start up berbasis wakaf, ada juga membangun wakaf berbasis teknologi,” ujarnya.

Nantinya setelah berkeliling kampus, sambung Susono, BWI melakukan tindak lanjut di kampus-kampus dengan membuat program wakaf investasi mahasiswa Indonesia. (hmz/rilis/bwi)

 

Baca juga:

Pengurus BWI Perwakilan Kota Bandar Lampung Resmi Dikukuhkan


Back to Top