#KabarHaji

Kerajaan Saudi Bagikan Kartu Pintar dengan Pelacak Lokasi untuk Keamanan Jemaah Haji

gomuslim.co.id - Kartu pintar akan dilengkapi dengan pelacak lokasi untuk mengikuti gerakan individu jemaah haji, dikelola oleh ruang kontrol di Mina. Kartu-kartu ini dapat dipindai, memungkinkan penyedia layanan haji untuk dengan cepat mengidentifikasi jemaah haji, mengakses riwayat kesehatan mereka dan menetapkan bantuan apa yang mungkin mereka butuhkan.

Hingga 25.000 jemaah haji di Mina tahun ini akan mengeluarkan kartu pintar berteknologi tinggi yang dapat dipakai dalam program percontohan yang diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi,

Kartu-kartu itu akan menyimpan informasi pribadi, status kesehatan, tempat tinggal, dan perincian tur jemaah haji. Mereka juga akan dilengkapi dengan pelacak lokasi untuk mengikuti gerakan individu peziarah, yang dikelola oleh ruang kontrol di Mina.

"Ini adalah tahap eksperimental dari inisiatif haji cerdas yang sedang kami kerjakan, dan kami akan mempelajari sejauh mana hal itu mungkin menguntungkan bagi jamaah haji,” kata Amr Al-Maddah Kepala pejabat perencanaan dan strategi di Kementerian Haji dan Umrah, seperti dilansir dari publikasi ArabNews, Kamis, (11/07/2019).

Menurut Amr Maddah, hal ini adalah tahap eksperimental dari inisiatif haji cerdas yang sedang dikerjakan, dan pihaknya akan mempelajari sejauh mana hal itu mungkin menguntungkan bagi jamaah haji.

 

 

Baca juga:

Inisiatif Makkah Route Permudah Jemaah Haji Tahun Ini

 

Jumlahnya akan meningkat di tahun-tahun mendatang untuk memasukkan lebih banyak Jemaah lain di daerah lain. Kementerian juga mengeluarkan hingga 200.000 kartu ID Jemaah haji, yang akan memiliki teknologi penyimpanan informasi yang sama tetapi tanpa fitur pelacakan lokasi.

Kartu-kartu ini dapat dipindai, memungkinkan penyedia layanan haji untuk dengan cepat mengidentifikasi jamaah haji, mengakses riwayat kesehatan mereka dan menetapkan bantuan apa yang mungkin mereka butuhkan.

Kartu-kartu tersebut akan dilengkapi tahun ini oleh aplikasi Smart Haji ID. Ini akan menawarkan fitur yang sama dengan kartu ID pintar, termasuk lokasi pelacakan, mengidentifikasi tempat ramai di peta, dan jadwal transportasi.

Kartu pintar dan aplikasi seluler juga memungkinkan kementerian untuk mensimulasikan dan memprediksi perilaku orang banyak selama haji. "Teknologi baru ini akan membantu kami mengumpulkan data melalui kartu, kamera, dan sensor yang didistribusikan di sekitar lokasi ziarah," kata Al-Maddah. (fau/arabnews)

 

 

Baca juga:

Hindari Dehidrasi, IDI Imbau Jemaah untuk Banyak Minum Saat Ibadah Haji


Back to Top