Baru 11 Tahun, Gadis Muslimah AS Ini Dapat Kehormatan Karena Tulisan Esainya tentang Hijab

gomuslim.co.id - Seorang gadis Muslim berusia 11 tahun di New York mendapat kehormatan dalam acara Pertandingan All-Star Baseball Liga Utama minggu ini. Penghargaan tersebut diberikan setelah ia menulis sebuah esai yang menggambarkan tantangan tumbuh sebagai seorang Muslim berhijab di Amerika Serikat (AS).

"Mengenakan jilbab, penutup kepala yang dikenakan di depan umum oleh beberapa wanita Muslim adalah bagian dari beberapa hal yang kami lakukan. Terkadang aku merasa ingin melepasnya, jadi anak-anak tidak akan mengatakan apa-apa lagi kepadaku," tulis Asma Kaukab seperti dilansir dari publikasi CBS News, Jumat (12/07/2019).

Asma yang kini duduk sebagai siswa kelas lima di Sekolah Dasar Shaw Avenue di Valley Stream, New York ini lahir di Amerika dari orang tua Pakistan. Ia berbagi pengalamannya sebagai bagian dari program Breaking Barriers di sekolahnya.

Program tersebut merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh Major League Baseball, Scholastic dan Sharon Robinson, putri Jackie Robinson selama dua bulan. Ini memuncak dengan kontes esai nasional.

“Kami mendapat pelajaran dari sejarah, tetapi kami ingin bisa merenungkannya. Kami belajar banyak tentang anak-anak di seluruh negeri dan apa yang mereka alami," katanya.

 

Baca juga:

Pebasket Muslim Ini Jadi Bintang Baru Paling Cemerlang di NBA

 

Pada bulan April, esai Asma terpilih dari lebih dari 10.000 entri sebagai yang terbaik di negara ini. Ia menadapat kehormatan dari ribuan orang di Cleveland yang menghadiri Home Run Derby Senin malam lalu.

“Sekarang orang-orang berusaha untuk lebih melibatkan saya dan mereka tidak secara persis mengatakan nama kepada saya. Mereka semacam mengundang saya untuk bermain-main dengan mereka. Jadi sudah jauh lebih baik," kata Asma.

Meskipun tidak ada angka resmi, Amerika Serikat diyakini menjadi rumah bagi antara 6-8 juta Muslim. Hampir dua pertiga (64 persen) responden Muslim yang terlihat mengatakan kepada Pew Research Center pada tahun 2017 bahwa mereka pernah mengalami setidaknya satu contoh diskriminasi agama dalam satu tahun terakhir.

Institute for Social Policy and Understanding, sebuah perusahaan penelitian yang berfokus pada isu-isu Muslim Amerika, menemukan pada 2017 bahwa Muslim sekitar empat kali lebih mungkin dibandingkan masyarakat umum untuk melaporkan bahwa anak-anak usia sekolah mereka diganggu. (jms/cbs/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Penulis Ini Luncurkan Buku Anak-anak Tentang Superhero Muslim


Back to Top