#KabarHaji

Ini Layanan Jemaah Haji Selama Beribadah di Makkah dan Madinah

gomuslim.co.id - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Subhan Cholid menuturkan bahwa petugas haji Indonesia sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang akan memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk muasasah dan maktab. Layanan mulai dari hotel hingga transportasi, seperti bus salawat.

"Insha Allah sebelum jemaah tiba di Makkah, angkutan shalawat sudah akan siap dan jemaah calon haji begitu menempati hotel dan bus-bus shalawat sudah akan siap melakukan tugas," jelas dia.

Tahun ini, layanan bus shalawat akan beroperasi penuh. Bus siap mengantarkan jemaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram selama 24 jam.

Bus shalawat ini akan beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah haji Indonesia di Kota Mekah, yakni tanggal 15 Juli 2019 atau 12 Dzulqodah 1440 H. Operasional bus baru akan dihentikan sementara mulai pada fase puncak haji, 6-13 Dzulhijjah, dan mulai beroperasi kembali pada 14 Dzulhijjah 1440H.

 

Baca juga:

Ini yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Berangkat Haji dan Umrah

 

Terkait jemaah haji yang sedang sakit, menurutnya akan disesuaikan dnegan kondisi yang ada. Bila jemaah tersebut secara medis masih harus dalam perawatan maka akan dirawat Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau Rumah Sakit Makkah.

Kemudian bila nanti pada saatnya jemaah dinyatakan sudah harus ke Makkah akan diberangkatkan dengan mobil ambulans. "Tapi kalau mereka sehat menggunakan mobil petugas," dia menandaskan.

Sementara, petugas di Daerah Kerja Madinah sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari kelengkapan dokumen jemaah haji, yang menjadi persyaratan mutlak keberangkatan. Pemeriksaan dokumen tersebut bekerjasama dengan Muassasah Adila.

Selain dokumen, hal yang dipersiapkan adalah transportasi. Pada penyediaan kendaraan, petugas haji Indonesia berkoordinasi dengan Naqobah Amali Sayaro, dan Muassasah Adila.

"Karena ada pembatasan jumlah tertentu pada jam-jam tertentu, koordinasi ini harus dilakukan sejak awal, sehingga jumlah jemaah yang akan kita dorong itu masih bisa tercover sesuai dengan batasan kuota yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi," jelas dia.

Persiapan lain, terkait bimbingan ibadah haji. PPIH telah menempatkan petugas konsultan bimbingan ibadah pada tiap sektor di Madinah. Konsultan ibadah melakukan kunjungan, bimbingan kepada jemaah perihal terkait yang harus mereka lakukan saat proses perjalanan dari Madinah ke Mekah.

Pada perjalanan ke Makkah, jemaah haji akan transit terlebih dulu di Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifa. Lokasi ini juga menjadi pos atau sektor petugas haji Indonesia.

"Ini adalah transit jemaah pada saat pergerakan dari Madinah ke Makkah, di mana akan diistirahatkan di Dzul Hulaifa untuk persiapan awal proses ibadah umrahnya. Nanti di Masjid Dzul Hulaifa jemaah mulai solat sunah, niat umrah, juga proses pengecekan terakhir apakah syarat-syarat terkait ibadah umrah sudah dipenuhi," ungkap dia. 

Untuk hal ini, dengan melihat kondisi di kawasan Dzul Hulaifa yang terbatas, sehingga ditetapkan kebijakan proses persiapan kain ihram bagi jemaah dilakukan sejak dari hotel, sebelum berangkat menuju Dzul Hulaifa.

Dengan demikian saat sampai Dzul Hulaifa, jemaah hanya tinggal melakukan salat sunah dan diberangkatkan ke Mekah. "Jemaah diminta pakai baju ihram di hotel tidak ada masalah, ini sudah disosialisasikann saat bimbingan manasik di tanah air," tutupnya. (nov/liputan6)

 

 

Baca juga:

Ditjen PHU: Jemaah Haji 2019 Didominasi Lansia


Back to Top