BWI Terus Sosialisasikan Manfaat Wakaf untuk Generasi Muda

gomuslim.co.id – Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus melakukan sosialisasi wakaf termasuk wakaf saham kepada generasi muda di Tanah Air. Salah satunya melalui program BWI Goes to Campus yang menyasar mahasiswa.

Ketua Badan Pelaksana BWI, Mohammad Nuh mengatakan program tersebut dihadirkan agar generasi mudak semakin melek terhadap wakaf. "Generasi muda ini jika paham mengenai wakaf tentu akan menjadi masa depan yang baik bagi perwakafan," ujarnya dalam Forum Kajian Wakaf bertajuk Potensi Wakaf Saham dan Tantangannya di Indonesia, Rabu, (17/07/2019).

Nuh menyebutkan pengenalan saham kepada generasi muda dapat memberi literasi terkait investasi saham dan manfaat syariah keumatan. Sementara itu, wakaf merupakan mesin yang perlu banyak asupan sehingga cakupannya diperluas. “Ibarat mesin supaya perlu asupan dalam keesempatan ini adalah terkait dengan diversifikasi perwakafan,” katanya.

Maka dari itu, BWI memberikan peluang dan ruang yang lebih luas dengan mengakomodasi banyak calon wakif dan barang yang diwakafkan. “Apapun profesinya bisa berpartisipasi membesarkan wakaf. Nominalnya juga harus tambah naik,” ungkapnya.

Ia menilai adanya wakaf saham dapat meningkatkan literasi publik terkait persahaman dan wakaf. Bahkan mengharuskan nazir memahami persoalan saham. Nantinya, bukan hanya BWI yang dapat keuntungan untuk dapat lebih banyak mengelola barang wakaf, tetapi juga bursa efek mendapatkan positifnya.

Selain itu, BWI juga ingin mengembangkan keilmuan tentang perwakafan mengingat masih belum banyak orang yang memahami hal tersebut. “Yang tidak kalah penting kita ingin BWI sebagai rumah untuk mengembangkan keilmuan sehingga orang belum paham betul tentang wakaf insyaallah melalui forum dapat memberikan pemahaman,” tuturnya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Helza Nova Lita, mengatakan saham merupakan surat berharga yang mempresentasikan penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan. Saham dalam wakaf adalah yang sifatnya syariah.

 

Baca juga:

Ini Peraturan Pemerintah Tentang Wakaf

 

“Berwakaf melalui saham memiliki nilai paling menguntungkan bagi pemilik. Apabila diwakafkan tentu akan semakin memberi manfaat kepada umat dan masyarakat. Saham memiliki nilai manfaat yang sangat besar dibanding aset lainnya apabila diwakafkan oleh pewakaf,” ungkapnya.

Namun, ia menilai terdapat peraturan-peraturan yang dapat mengganjal pertumbuhan wakaf, seperti belum adanya regulasi yang mengatur lebih lanjut mengenai wakaf saham. Menurutnya, belum ada aturan soal wakaf saham seperti terkait prosedur maupun lembaga terkait sebagaimana pengaturan wakaf uang yang telah diatur secara khusus dalam undang-undang wakaf saat ini.

Perlu juga, kata dia, untuk mengharmonisasi aturan dengan peraturan lain seperti undang-undang mengenai perseroan terbatas dan pasar modal. "Pengaturan undang-undang wakaf selanjutnya perlu untuk mengatur wakaf saham ini secara menyeluruh," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Forum Kajian Wakaf Zakaria berharap forum ini dapat menarik semakin banyak orang yang berwakaf (wakif) dan penggeraknya serta literasi informasi juga semakin kaya.

“Akan menambah cakupan pegiat wakaf itu lebih luas dan informasi mengenai wakaf ini lebih menembus seluruh elemen yang akan menggerakkan wakaf itu terutama yang bergerak di bidang persahaman,” ujarnya.

Karenanya, forum tersebut mengundang berbagai pihak terkait perwakafan dan persahaman, mulai dari akademisi, lembaga wakaf ormas keagamaan, forum wakaf produktif, Kementerian Agama, serta perusahaan yang aktif dan berkecimpung dalam persoalan saham.

“Sehingga diharapkan keluar ide dan pemahaman yang cerdas dan brilian yang nantinya bisa dijadikan pijakan pengembangan wakaf saham,” tutupnya. (jms/antara/nuonline)

 

 

Baca juga:

Wujudkan Indonesia Unggul, Bimas Islam Gelar Forum Wakaf


Back to Top