Bolu Meranti Tak Lagi Kantongi Sertifikat Halal, Begini Kata MUI Kota Medan

gomuslim.co.id Sejak satu tahun terakhir, oleh-oleh khas Kota Medan Bolu Meranti tak lagi mengantongi label atau sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu dikarenakan sertifikasi halal dari MUI yang sebelumnya sempat dikantongi telah expired.

"Iya, memang sertifikasi halal sudah mati dari MUI, tapi sudah kita urus agar tidak mati. Tim audit dari MUI juga sudah datang. Jadi semua dalam proses," kata Pemilik Bolu Meranti Tomy. Meski tak mengantongi label halal dari MUI, kata dia, usaha Bolu Meranti atas nama PT Cipta Rasa Nusantara tetap berjualan seperti biasa.

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta agar seluruh pengusaha dengan sukarela mengurus sertifikasi halal dalam setiap produksi panganan dan minuman yang dijual ke masyarakat. Termasuk Bolu Meranti yang saat ini izinnya sudah expired atau tidak aktif sejak tahun 2018.

 

Baca juga:

Urus Sertifikasi Halal Anti Ribet, BPJPH Siapkan Sistem Informasi Halal

 

"Iya, Bolu Meranti Medan, sertifikasi halalnya sudah tidak aktif sejak 2018, tetapi saat ini mereka sedang mengurusnya ke Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Kita harapkan seluruh pengusaha sukarela mengurus sertifikasi halal," ujar Wakil Ketua MUI Kota Medan DR Hasan Matsum MA.

Meski izin sertifikasi halal Bolu Meranti Medan berakhir sejak tahun 2018, tetapi pengusaha tetap bisa berproduksi. Menurut Hasan, MUI tidak memiliki wewenang untuk menentukan atau melarang menghentikan produksi atau larangan jualan.

"Kita gak berwenang hal itu, karena kita sifatnya tidak memaksa, akan tetapi setelah ditegakkannya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 dan turunan PP Nomor 31 Tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal. Jika ini sudah diberlakukan, barulah akan ada sifat wajib dan memaksa," ucap Hasan.

Sebagaimana aturan yang berlaku, jika izin sertifikasi halal suatu produk panganan makanan dan minuman sudah tidak berlaku lagi, maka pengusaha dilarang mencantumkan label halal dalam setiap kemasan atau pamflet yang ada.

"Kalau sampai dipasang mereka label halal ternyata sertifikasi halal telah mati, itu namanya pembohongan publik dan itu tidak diperbolehkan. Itu melanggar aturan, kita bisa komunikasi dengan kepolisian untuk hal itu," kata Hasan.

Sedangkan, Bolu Meranti Medan yang tidak mencantumkan label halal pada setiap kemasan, MUI mengimbau agar segera dipasang setelah sertifikasi halal telah hidup.

"Kita imbau kepada semua pengusaha atau produsen, begitu juga dengan Bolu Meranti Medan. Jika ada sertifikasi halal, segera pasang label halal pada setiap kemasan ataupun pamflet yang ada. Karena label itu akan membuat konsumen merasa aman dan nyaman," tandasnya. (nov/dbs/tagar)

 

 

Baca juga:

Ini Hikmah dan Manfaat Konsumsi Makanan Halal


Back to Top