Diktis Kemenag Umumkan 1.053 Peserta Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Full Scholarship Dalam Negeri

gomuslim.co.id - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag umumkan hasil seleksi administrasi calon penerima Beasiswa Full Scholarship Dalam Negeri tahun anggaran 2019.

Kasubdit Ketenagaan Diktis, Syafi’i, mengatakan, dari 1.772 pendaftar, ada 1.053 calon penerima yang lolos seleksi administrasi Program Beasiswa Full Scholarship Dalam Negeri. Pengumuman selengkapnya, sila akses link berikut: http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/6215641444573626erkas.pdf

Menurut Syafi'i, tahun ini pemerima beasiswa lebih sedikit, berkisar 250 orang. "Kuota beasiswa tahun 2019 mengalami penurunan sehingga diperkirakan kompetisi akan sangat ketat," katanya.

Kasi Pengembangan Profesi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Adib Abdushomad menambahkan, peserta yang lolos seleksi tahap awal ini agar menyiapkan diri untuk seleksi tahap berikutnya.

“Mereka harus segera mencetak kartu ujian, paling lambat 31 Juli 2019 pada pukul 14.00 dengan login pada laman 5000 doktor (http://5000doktor.diktis.id.)," jelasnya.

 

Baca juga:

 

"Mereka juga harus mengikuti ujian tertulis dan wawancara proposal disertasi sesuai dengan tempat ujian yang dipilih," lanjutnya.

Bagi pendaftar prodi umum yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan lulus seleksi di perguruan tinggi yang dituju, wajib mengikuti Wawancara Motivasi Studi, Islam dan Kebangsaan yang tempatnya telah ditentukan oleh panitia di empat lokasi pada tanggal 15 Agustus 2019.

Untuk diketahui, Program Beasiswa Studi (BS) yang selanjutnya disebut Program Beasiswa 5000 Doktor adalah program pemberian beasiswa studi S-3 di Perguruan Tinggi DalamNegeri (PT-DN) kepada para dosen, PNS laboran dan pustakawan PTKIN, PNS tenaga kependidikan PTKIN,  serta pegawai negeri sipil yang bekerja pada program Pendidikan Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI untuk ditingkatkan mutu, kapabilitas, dan profesionalitas mereka dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan. (kemenag/dbs)

 

Baca juga:

 

Back to Top