Ketua Lakpesdam PBNU: Mahasantri Ma’had Aly Layak Jadi Calon Ulama Masa Depan

gomuslim.co.id – Ma’had Aly merupakan lembaga pendidikan agama sekaligus tempat belajar bagi para Mahasantri. Mereka yang belajar di Ma’had Aly membutuhkan banyak pengetahuan khusus. Bahkan, untuk diterima di lembaga tersebut harus melalui prosedur yang ketat. Karena itu, Mahasantri ini layak menjadi calon ulama di masa depan.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rumadi Ahmad dalam acara Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) di  Lembaga Bina Santri Mandiri di Bogor Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai Ma’had Aly dari Sabang sampai Merauke. Mereka antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang dipandu oleh panitia. Turut hadir dalam kegiatan ini, Rais Syuriah PBNU, KH Ishomuddin, Sekretaris Lakpesdam PBNU, H Marzuki Wahid, dan sejumlah Pengurus Lakpesdam PBNU.

“Mahasantri di Ma’had Ali ini layak ditempatkan sebagai calon ulama masa depan, karena untuk masuk Ma’had Ali, ada kriteria khusus, beda dengan syarat masuk UIN, IAIN, atau STAIN,” ujar Rumadi Ahmad.

Rumadi pun optimis Mahasantri yang belajar di Ma’had Aly akan menjadi ulama yang memegang otoritas keulamaan di Indonesia. Artinya memiliki tingkat keilmuan yang mumpuni dilengkapi dengan berbagai wawasan kebangsaan yang cukup.

 

Baca juga:

Menag : Mahasantri Ma’had Aly Harus Aktif Menulis

 

Menurutnya, kehadiran Ma’had Aly di tengah masyarakat sangat penting, sebab di lembaga tersebut banyak kurikulum khusus terkait dengan ilmu-ilmu agama Islam. Namun, ia juga meminta agar mahasantri bisa memperdalam wawasan lain selain ilmu agama yang ditekuni.

“Jadi ulama itu bukan hanya menguasai kitab kuning saja tetapi harus mengetahui wawasan lain, meski kami tahu anda ahlinya soal perkara wawasan keulamaan. Nantinya kalian menjadi ulama otoritatif. Jangan sampai ada orang yang tidak otoritas menjadi ulama tapi tiba-tiba mengaku ulama, saya menyebutnya ulama dari pasar gelap, kalau Ma’had Ali bukan pasar gelap,” tuturnya.

Ia menegaskan, Ma’had Aly adalah lembaga paling tepat untuk menjajaki Islam secara menyeluruh. Untuk itu diperlukan juga khazanah keilmuan lain yang bisa mengembangkan pengetahuan mahasantri.

“Anda (mahasantri) paling otoritatif, makanya anda harus memiliki wawasan lain di luar khazanah keilmuan agama. Yaitu memahami wawasan kebangsaan, kalau dalam ilmu pesantren itu menjadi muharrik. Yaitu ulama yang tidak cukup bisa mengajar ngaji saja tetapi orang-orang yang bisa menggerakan masyarakat, itulah yang kita inginkan dari PPWK ini,” tutupnya. (jms/nuonline/foto:as'adiyah)  

 

Baca juga:

Ini Kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Tentang Program Ma’had Aly


Back to Top