Begini Aksi Kakek Muslim yang Gagalkan Serangan di Masjid Norwegia

gomuslim.co.id – Perayaan Idul Adha 1440 H di Norwegia sempat diwarnai kekacauan saat seorang pria tak dikenal membawa senapan dan pistol di area Masjid, Gedung Islamic Center Al-Noor di Baerom, dekat Ibu Kota Oslo, Sabtu (10/08/2019) lalu. Namun, aksi serangan tersebut akhirnya digagalkan oleh seorang kakek bernama Mohamed Rafiq (65).

Aksi heroik Rafiq tidak sendiri, ia dibantu seorang jemaah lainnya, Mohamed Iqbal saat menahan tersangka pelaku teror yakni Philip Manshaus (21). Diketahui, pelaku ini diduga berniat melakukan serangan bersenjata terhadap pada jemaah masjid yang sedang bersiap untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.

Setelah pelaku ditahan, polisi kemudian datang untuk menangkapnya. Tersangka penyerang dilaporkan mengenakan seragam seperti pakaian hitam, rompi peluru dan helm. Dia menerobos pintu kaca dan segera menuju lokasi ibadah.

"Saya berterima kasih atas semua bantuan dan dukungan yang telah saya terima," katanya seperti dilansir dari publikasi The Independent, Minggu (11/8/2019).

Ia bercerita saat dirinya berusaha menahan tubuh pria bersenjata itu sementara jemaah lainnya, Mohamed Iqbal, memukul kepala tersangka.

Irfan Mushtaq, seorang anggota dewan masjid, mengatakan, beberapa saat sebelum terjadinya penembakan pada Sabtu sore itu, ada sekitar 15 orang yang telah berada di dalam gedung.

"Salah satu anggota kita telah ditembak oleh seorang pria kulit putih yang mengenakan helm dan seragam," kata Mushtaq.

Sementara, Kepolisian mempertimbangkan penembakan ini sebagai aksi terorisme. "Kami menyelidiki kasus ini sebagai sebuah percobaan aksi terorisme," jelas asisten Kepala Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dilansir dari publikasi Reuters.

 

Baca juga:

Jumlah Mualaf di Norwegia Terus Bertambah

 

Kepolisian Norwegia menerima laporan penembakan sekitar pukul 16.00 waktu lokal. Polisi menyebut pelaku tampak bertindak sendiri meski motif penyerangan masih belum diketahui. "Dia adalah seorang pemuda Norwegia dengan latar belakang dari Norwegia. Dia tinggal di sekitar sini," ucap Skjold.

Skjold menuturkan pelaku telah berada dalam radar polisi sebelum insiden terjadi. Meski begitu, dia mengatakan pelaku tidak bisa digambarkan memiliki "latar belakang kriminal."

Kini, sang pelaku yang diketahui berusia sekitar 20 tahunan telah ditahan kepolisian Norwegia

Polisi juga menemukan seorang wanita muda tewas di tempat tinggal pelaku. Meski begitu, aparat belum memastikan apakah insiden ini berhubungan dengan penembakan di Masjid Al-Noor.

Sebuah postingan di dunia maya menyebutkan bahwa tersangka adalah seorang ekstremis sayap kanan yang terinspirasi oleh serangan teroris di Christchurch, Poway, dan juga El Paso.

"Kami menemukan tersangka bersikap ekstrem kanan, setelah dia menyatakan pendapatnya sebagai pemuja Quisling (Vidkun Quisling, seorang fasis Norwegia dan kolaborator Nazi), serta menentang imigrasi," jelasnya.

Norwegia dikenal sebagai negara yang menerapkan aturan kepemilikan senjata ketat, dengan izin harus diberikan oleh kepala polisi setempat, berdasarkan Perpustakaan Kongres AS. Usai penembakan massal pada 2011, seluruh senjata otomatis, semi-otomatis, maupun yang sejenis dilarang, dengan saat ini diyakini terdapat 1.537.000 pucuk yang beredar. (jms/theindependent/reuters/kompas)

 

Baca juga:

Jelang Kampanye Visit My Mosque Day, Ratusan Relawan Masjid Bersihkan Sampah Jalanan di Inggris

 


Back to Top