#KabarHaji

Ini Imbauan Amirul Hajj Indonesia Terkait Jamarat

gomuslim.co.id – Menteri Agama RI sekaligus Amirul Hajj Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jemaah agar jangan sampai terpisah dari rombongan saat di Mina, terutama terowongan Muashim. Imbauan ini mengingat jarak antara tenda dan Jamarat cukup jauh.

“Tentu kami berikan anjuran, saran, imbauan kepada jemaah haji kita bahwa jarak antara tenda dan Jamarat cukup jauh. Karena itu, selalu bepergian dalam menuju dan dari jamarat dalam rombongan, kelompoknya, jangan terpisah,” ujarnya, Senin, (12/08/2019).

Menurutnya, saat puncak musim haji tidak hanya arus manusia yang sangat banyak, tetapi dalam titik-titik tertentu ada persimpangan jalan. "Kalau kemudian terpisah rombongan, ada kemungkinan bisa tersesat dan sulit menemukan kelompoknya kembali," katanya.

Ia juga berpesan agar bagi yang sudah lansia sebaiknya tidak memaksakan diri untuk ke Jamarat karena melontar jamrah bisa diwakilkan. Beberapa yang sakit, menurut dia, disebabkan karena dehidrasi dan kelelahan. Karena itu, dia mengimbau jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya.

 

Baca juga:

Bertemu Menteri Haji, Menag Berharap Saudi Percepat Renovasi di Mina

 

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia dr Eka Jusuf Singka menuturkan, jemaah yang memilih untuk menunaikan haji tarwiyah atau memulai puncak hajinya sehari lebih awal pada 8 Zulhijah 1440 dinilai lebih rentan mengalami sakit akibat kelelahan. Ia menyebut dari hasil analisisnya di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah tingkat pasien sakit cukup tinggi.

“Kenapa, karena banyak pasien sakit habis melontar apalagi yang jemaah tarwiyah. Ini penting agar menjadi evaluasi ke depan bagi semua pihak terkait. Tidak lain supaya kita bisa memberikan edukasi kepada jemaah yang melakukan tarwiyah,” katanya.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah yakni menginap di Mina sebelum wukuf di Padang Arafah. Di tempat itu jemaah menunaikan shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.

Namun, secara umum Eka menilai kesadaran untuk melakukan pencegahan sakit bagi jemaah Indonesia sudah semakin bagus. “Sekarang ini jemaah haji promotif preventifnya sudah bagus maka alhamdulillah mereka lebih aware. Saya tadi keliling juga dari Mina Jadid ke sini saya lihat kondisinya jauh lebih bagus dan mudah-mudahan bisa terkontrol terus sampai selesai,” katanya. (jms/antara)

 

 

Baca juga:

Masya Allah, Jemaah Haji asal Libya Ini Lahirkan Bayi di Arafah

 


Back to Top