#IdulAdha

16 Provinsi dan 5 Negara Jadi Sasaran Pendistribusian Hewan Kurban NU Care-LAZISNU

gomuslim.co.id – NU Care-LAZISNU mendistribusikan hewan kurban tahun 2019 ke 16 provinsi di Tanah Air dan lima Negara. Pendistribusian dilakukan ke daerah-daerah terdampak bencana dan ke beberapa negara berbasis Islam yang memiliki hubungan dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Demikian disampaikan Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat baru-baru ini. Ia menjelaskan beberapa daerah terdampak bencana yang menjadi sasaran kurban diantaranya Konawe Sulawesi Tenggara, dan Lombok NTB.

“Selain itu, kurban juga didistribusikan ke beberapa negara yang memiliki hubungan dekat dengan NU seperti Mesir, Sudan, Maroko, Tunisia, dan Bosnia,” ujar pria yang biasa disapa Ajat ini.

Ia mengatakan, secara nasional hewan kurban yang diterima NU Care-LAZISNU se-Indonesia sekitar 3526 hewan kurban, baik kambing maupun sapi. “Ini disalurkan ke luar negeri dan daerah terdampak bencana, juga pesantren, majelis taklim, dan ranting-ranting NU. Target nasional kami menyentuh angka 15 juta penerima manfaat,” ungkapnya.

Ajat menyampaikan terima kasih kepada para pekurban atas dukungan dan kontribusinya pada program kurban tahun 2019, dengan tema Nusantara Berqurban.

“Terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, para pekurban yang menyalurkan kurbannya melalui NU Care-LAZISNU, untuk kami hantarkan amanahnya kepada saudara-saudara yang berhak menerimanya. Insya Allah, ibadah kurbannya diterima Allah Swt dan memberikan keberkahan pada semuanya,” ucapnya.

 

Baca juga:

Mudahkan Layanan Sedekah Digital, NU Care-LazisNU Jalin Sinergi dengan Go-Pay

 

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban PP NU Care-LAZISNU, Hafidz Ismail, mengatakan penerimaan hewan kurban datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI, Kapolri, kementerian, BUMN, instansi media, perusahan, partai politik, artis, dan masyarakat umum.

“PP NU Care-LAZISNU alhamdulillah mendapatkan amanah dari Presiden RI Bapak Joko Widodo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Kemendikbud, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri Susi Pudjiastuti, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menhub Budi Karya, BUMN Hutama Karya, MNC Group, Bintang Toedjoe, Telkomsel, partai politik, artis Deddy Corbuzier, pengurus PBNU sendiri dan masyarakat umum,” ungkapnya.

Hafidz menjelaskan, pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di PBNU, hadir petugas kesehatan dari Kementan untuk mengecek kesehatan hewan dan daging kurban.

“Panitia kurban, alhamdulillah, kedatangan petugas kesehatan dari Kementan, untuk melihat daging yang layak konsumsi dan tidak layak konsumsi. Yang tidak layak tentu saja kita apkir, tidak kita salurkan ke masyarakat. Tujuannya tentu untuk kesehatan masyarakat, penerima daging kurban,” ujarnya.

Pembagian daging kurban menggunakan kantong ramah lingkungan atau telo bag, yang cepat terurai.

Hafidz menambahkan, bahwa pembagian daging kurban kepada masyarakat tidak menggunakan kantong plastik melainkan menggunakan kantong ramah lingkungan yaitu telo bag. “Kita tidak pakai plastik. Kita gunakan telo bag. Kantong ramah lingkungan yang terbuat dari paduan tepung singkong dan minyak nabati, yang tentunya cepat terurai,” tutupnya. (jms/nucare)

 

Baca juga:

Kembangkan Ekonomi Ummat, Lazisnu Bantu Usaha UKM Warga Kendal


Back to Top