Kemenag Bojonegoro Deklarasi Program Madrasah Ramah Anak

gomuslim.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mendeklarasikan madrasah ramah anak, Senin (12/08/2019). Deklarasi yang berlangsung di MAN 1 Bojonegoro itu mengklaim bahwa seluruh madrasah di Bojonegoro sebagai madrasah yang ramah anak.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, M. Syamsuri mengatakan deklarasi madrasah ramah anak ini karena keprihatinan terhadap maraknya kenakalan dan kekerasan terhadap anak. Selain itu, banyaknya kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

“Dengan deklarasi ini, kami berharap tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan, baik pelecehan seksual, ataupun yang tersandung narkoba. Madrasah ramah anak ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan orangtua terhadap anaknya yang sedang mengenyam pendidikan di Madrasah,” ujarnya.

Ia menegaskan, madrasah ramah anak sangat dibutuhkan agar anak didik merasa nyaman dan aman saat belajar. Selain itu, anak tidak terganggu dengan berbagai persoalan, seperti kekerasan di lingkungan madrasah. “Madrasah ramah anak menjunjung hak-hak anak tanpa memandang suku, ras, agama dan kepercayaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengatakan bahwa membangun budaya yang ramah akan sangat efektif dikembangkan melalui pendidikan. Ia menyebut mencegah kekerasan dan kenakalan anak merupakan tanggung jawab bersama, bahkan kenakalan dan kekerasan anak itu dilakukan dilakukan diluar sekolah.

 

Baca juga:

Kemenag Susun Konsep Standar Kelas Ramah Anak di Madrasah

 

“Madrasah ramah anak ini patut diapresiasi karena bisa mencegah atau mengantisipasi kekerasan anak terjadi dilingkungan madrasah. Ini juga merupakan tanggung jawab bersama untuk mengembangkan budaya ramah, toleran, saling menghargai satu sama lain. Madrasah ramah anak, salah satu cara untuk menekan angka kekerasan terjadi bisa turun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anna menuturkan kekerasan atau kenakalan itu bisa dicegah dengan adanya pemahaman akan kesadaran dari diri sendiri. Selain itu mengantisipasi penggunaan ITE kepada anak secara efektif, sehingga dengan penggunaan ITE secara efektif ini maka perilaku anak-anak akan terbangun baik.

“Dengan Madrasah ramah anak ini seluruh proses pembelajaran di seluruh madrasah harus ramah anak, tidak ada hukuman fisik, dan hukuman dibuat sebagai proses yang mendidik, sehingga proses pendidikannya juga menjadikan anak sebagai subjek dalam pembelajarannya. Bukan hanya objek sehingga anak-anak juga berpartisipasi. Mendengarkan pendapat anak juga menjadi salah satu kriteria,” paparnya.

Turut hadir dalam deklarasi ini Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Dandim (0813) Bojonegoro, Letkol Inf. Bambang Hariyanto, Kanwil Kemenag Jawa Timur, H Jamal, Kasubdit Bidang Kurikulum Pendma Kemenag RI, Plt Kakemenag Provinsi Jatim, Deputi SRA Bojonegoro, serta Kepala RA hingga Kepala MA se Kabupaten Bojonegoro. Total ada 689 lembaga pendidikan mulai RA hingga MA yang mengikuti deklarasi Madrasah ramah anak. (jms/bhirawa)

 

Baca juga:

ICMI Maros Sulsel Canangkan Masjid Ramah Anak


Back to Top