Kembangkan Potensi dan Lakukan Pemberdayaan, Askar Kauny Bina Kampung Mualaf Baduy

gomuslim.co.id – Lembaga Pembelajaran dan penghafal Quran Askar Kauny menginisiasi Program Lentera untuk Negeri, sebuah program Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Mualaf Baduy, Cikapek Lebak, Banten.

Program ini dilakukan setelah sebelumnya Askar Kauny terlebih dahulu mengirimkan Guru Ngaji untuk mengajarkan baca tulis dan hafal Al-Quran ke Kampung Mualaf Baduy. Program Lentera untuk Negeri ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfizh oleh Pimpinan Yayasan Askar Kauny, Ustadz Bobby Herwibowo.

Dengan adanya program ini, Askar Kauny berniat mengembangkan potensi masyarakat Baduy, khususnya warga mualaf yang tinggal di sekitar Kampung Cikapek Desa Lebak Parahiyang, Leuwidamar, Lebak Banten.

“Askar Kauny berkomitmen untuk terus berkhidmat kepada masyarakat melalui Al-Quran. Menguatkan aqidah masyarakat mualaf dengan terus mendekatkan mereka dengan Al-Quran, mengajarkan baca tulis dan hafal Al-Quran selain ilmu-ilmu keislaman lainnya adalah jalan yang dapat ditempuh, selain menguatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Direktur Pelaksana Program Ustadz Hilal Achmad.

 

Baca juga:

Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

 

“Di lapangan kita sering menemukan kasus bahwa betapa mudah keimanan seorang atau sekelompok mualaf digoyahkan dengan segenggam beras. Maka, sudah seharusnya kita tidak meninggalkan mualaf begitu saja. Perlu pembinaan dan pemberdayaan. Peran inilah yang akan dilakukan oleh Askar Kauny,” lanjut Hilal.

Di tahap awal, Askar Kauny akan membangun Rumah Tahfizh sebagai pusat aktifitas sosial masyarakat Kampung Mualaf. Saat ini Askar Kauny telah memiliki sebanyak ±407 Rumah Tahfizh yang tersebar di seluruh Indonesia. Rumah Tahfizh di Kampung Mualaf ini akan menjadi Rumah Tahfizh ke 408. Selama tiga bulan terakhir Ust. Maulana Maududi sebagai Guru Ngaji Askar Kauny yang berasal dari Bekasi, sudah terjun langsung ke lokasi untuk membantu H. Adung menumbuhkan kecintaan masyarakat mualaf Baduy pada Alquran dengan mengajarkan baca, tulis dan hafal Alquran.

Selain Rumah Tahfizh, Askar Kauny juga menaruh perhatian pada ketersediaan sumber air bersih yang selama ini letaknya jauh dari perkampungan. Maka Askar Kauny berencana membangunan sumur yang diperkirakan akan mengebor hingga sedalam 60 meter. Pembuatan sumur ini menjadi program mendesak yang ingin segera diwujudkan.

Program pemberdayaan lainnya yang akan dilaksanakan berupa pembiayaan syariah, selain membangun kawasan peternakan terpadu dan pertanian, untuk mendorong perekonomian masyarakat mualaf Baduy.

Askar Kauny meyakini, kekuatan ekonomi sosial dari lapis terbawah masyarakat akan meningkatkan kekuatan umat. Maka, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat mualaf Baduy akan menjadi penunjang bangkitnya kekuatan muslim di Baduy khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Dalam kesempatan yang sama Ust. Deny Ibnu Hajar, Direktur Utama Askar Kauny menegaskan keinginan terbesar dari yayasan yang dipimpinnya.

“Mualaf merupakan kelompok yang mendapat perhatian serius dalam Islam, bahkan syariat memberikan hak kepada mereka untuk mendapatkan pendayagunaan dana zakat. Mereka perlu mendapatkan bimbingan dan arahan agar mualaf dapat bertahan dan istiqomah dalam Islam. Tak hanya ilmu-ilmu keislaman, mualaf ─terutama yang berada jauh di pelosok perlu mendapat pembinaan dan pemberdayaan ekonomi.”

“Maka, sesuai dengan moto atau semangat Askar Kauny yaitu Menebar Ilmu Berbagi Manfaat, melalui program ini Askar Kauny ingin sebanyak-banyaknya menebar kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh sebanyak-banyaknya umat. Bukan hanya umat Muslim di Kampung Mualaf, namun juga umat Muslim di kawasan sekitarnya, di Banten, di Jawa Barat bahkan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Askar Kauny menargetkan keseluruhan program dapat dijalankan secara bertahap dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, yang akan dimulai dengan pembangunan Rumah Tahfizh. (nov/dbs/rls/kiblat)

 

 

Baca juga:

Luncurkan Film Dokumenter Lentera untuk Negeri, Askar Kauny Ajak Masyarakat Bangun 100 Rumah Tahfiz 


Back to Top