Ini Rekomendasi Konferensi Haji Liga Muslim Dunia 2019

gomuslim.co.id – Umat perlu membangun jembatan komunikasi dan dialog budaya sebagai upaya menunjukan peradaban Islam yang inklusif dan terintegrasi. Demikian rekomendasi dari konferensi haji tahunan Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) bertajuk ‘Dimensi Peradaban Islam’.

Konferensi tersebut juga mendesak umat Islam untuk berkontribusi pada kebutuhan umat manusia dalam rangka menyelesaikan krisis moral, sosial dan lingkungannya guna mencapai keunggulan moral. Forum tersebut menyebutkan kekacauan, kekejaman dan ekstremisme dilakukan oleh Muslim yang menyimpang tidak mencerminkan warisan Islam sebenarnya.

Untuk itu, konferensi ini menekankan pentingnya pengembangan wacana Islam yang ditandai dengan moderasi, dan merekomendasikan penggunaan media sosial untuk menjelaskan tujuan peradaban Islam.

“Mendesak penggunaan teknologi modern untuk memaksimalkan manfaat warisan budaya Islam untuk melayani masyarakat modern, berdasarkan pada pencapaian keseimbangan antara spiritualitas dan materialism,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Sabtu (17/08/2019).

Para peserta konferensi berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas upaya melayani umat Islam. Selain itu perhatian besar mereka pada Dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci, serta inisiatif mereka untuk melayani para jemaah.

 

Baca juga:

Kerajaan Saudi Uji Coba Pemulangan Jalur Cepat Jemaah Haji

 

Dalam pidato pembukaannya, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh, mufti besar Kerajaan, ketua Dewan Cendekiawan Muslim Senior dan ketua Dewan Tertinggi MWL, mengatakan bahwa peradaban Islam didirikan atas dasar dan komponen yang memenuhi syarat untuk memimpin dunia menuju kebahagiaan dan stabilitas.

Sekretaris Jenderal MWL Dr. Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa mengatakan bahwa keaslian dan modernitas adalah ciri khas peradaban Islam. "Seorang Muslim sejati adalah duta besar untuk Islam, yang mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsipnya," katanya.

Grand Mufi juga mengatakan peradaban Islam selalu ditandai dengan pendekatan moderatnya, yang tidak mentolerir ekstremisme, ketidakadilan, atau prasangka. “Ini adalah peradaban seimbang yang menciptakan keseimbangan antara kecenderungan spiritual dan material manusia," tutupnya. (jms/arabnews)

 

 

Baca juga:

Selama Musim Haji, Masjidil Haram Dibersihkan Empat Kali dalam Sehari


Back to Top