#HUTRI74

Peringati Hari Kemerdekaan, Wisata Panti Ajak Anak Griya Yatim Belajar Bikin Kopi di Duta Kopi Indonesia

gomuslim.co.id Peringatan hari kemerdekaan Indonesia banyak digelar di berbagai daerah di Indonesia baik lembaga maupun komunitas. Termasuk komunitas Wisata Panti yang telah berdiri sejak 2015 lalu.  Komunitas ini mengajak anak panti asuhan Griya Yatim Dhuafa Cabang Deblu merayakan hari kemerdekaan dengan belajar membuat kopi di Duta Kopi Indonesia, sebuah kafe di kawasan Jakarta Barat.

Ketua Komunitas Wisata Panti Danu Setya Nugroho mengatakan perayaan ini diadakan sebagai wujud rasa syukur akan kemerdekaan negara Indonesia di tahun ke-74.  

“Sebagai wujud rasa syukurnya, kita peringati hari kemerdekaan dengan upacara bendera dan belajar tentang kopi! Sehingga, mudah-mudahan kedepannya anak Indonesia semakin kreatif, inovatif dan luar biasa. Jaya selalu anak-anak generasi Bangsa Indonesia!” katanya, saat di temui gomuslim di Duta Kopi Indonesia, Minggu, (18/08/2019).

 

Baca juga:

Rayakan Kemerdekaan, Ribuan Orang Padati  Masjid Istiqlal Ikuti Jakarta Murajaah

 

Lebih lanjut, kata Danu anak-anak terlihat senang mendengarkan banyak pengetahuan baru soal kopi dan tentunya cara membuatnya. Menurutnya, agenda ini merupakan bagian dari program Wisata Panti, yakni Wisata Panti Berkarya.

Sementara itu, pemilik coffee shop Duta Kopi Indonesia, Yuha mengaku senang kedatangan anak-anak dari Griya Yatim dan komunitas Wisata Panti. Yuha juga memberikan tips dalam mempertahankan cita rasa kopi.

“Mau sebagus dan semahal apapun mesin espresso kalau pemakaiannya jorok (tidak dibersihkan, red) pasti hasilnya nggak akan bagus. Karena ada sisa-sisa kopi basi yang menempel jadi setiap saat harus dibersihkan,” jelasnya.

Kepada anak-anak Griya Yatim, Yuha juga mengenalkan menu khas yang ia ciptakan.

“Setiap Coffee Shop punya menu khas yang ia racik sendiri. Kalau kita ada Sweety Brownie, namanya juga kami yang ciptakan. Bahannya dari kopi espresso dengan Caramel Sauce yang homemade, terjamin kehalalan dan higenisnya,” tuturnya.

Kegiatan semakin seru dan ramai saat Yuha memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba membuat kopi. Kanaya (12) membuat Moccacino Ice yang berbahan dasar coklat, kopi dan susu dan Fahri (13) yang membuat Cappucino.

 

 

“Saya seneng banget bisa transfer knowledge tentang kopi ke mereka. Harapannya ilmu yang saya kasih bisa diterapkan sehingga bisa lebih menghargai kopi-kopi Indonesia,” ujarnya.

Bagi Yuha, merdeka adalah saat dimana kita bisa bebas berkreasi dan berinovasi untuk mengembangkan potensi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Salah satu anak Griya Yatim, Rakan (13) juga mengaku bahagia memiliki kesempatan belajar banyak tentang kopi.

“Kami senang sekali bisa ke Duta Kopi Indonesia, karena pertama kali liat orang bikin kopi langsung. Baru tau juga ternyata kopi di setiap negara itu punya rasa yang berbeda, dan Indonesia yang paling terbesar (sebagai penghasil kopi, red),” jelasnya.

Setelah upacara dan belajar membuat kopi, acara dilanjutkan dengan games, pembagian hadiah, doa, dan makan bersama. (nov/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Refleksi Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, Yuk Merdeka dari Riba!


Back to Top