200 Pesantren Banten Dapat Bantuan Akta Notaris dari RMI PBNU

gomuslim.co.id - 200 Pesantren di Provinsi Banten mendapat bantuan akta notaris dari Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU). Rinciannya, 50 dari Tangerang, 50 dari Serang, 50 dari Pandeglang, dan 50 dari Lebak.

Penyerahan secara simbolik akta tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada 10 pengasuh pesantren, yakni KH Busyaeri Amin dari PP Al-Amin, Kiai Samudi PP An-Nur, KH Zainal Arifin dari PP Daar al-Maarif, KH Hasan Basri PP Bidayatussholihin, KH Gulamuddin dari PP Darul Quran wa Da’wah.

Kemudian KH Ahmad Sirojuddin dari PP Fathul Ilmi, K M Ridlwan PP Nurul Yaqin, Kiai Ifa Fathul Muis dari PP An-Nahdlah, Kiai Miftahul Bayan dari PP Roudlotul Hasanah, dan Kiai Mas’ud dari PP Roudlotul Husnah. Penyerahan itu disaksikan oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Ketua PP RMI PBNU KH Abdul Ghafar Rozin.

Mewakili 200 pesantren, Pengasuh Pondok Pesantren Bidayatussholihin KH Hasan Basri menyempaikan terima kasih kepada PBNU yang telah menginisiasi pemberian akta notaris pesantren. “Terima kasih kepada PBNU yang telah membantu akta notaris bagi pesantren di Banten sebanyak 200 Akta Notaris,” ujarnya, Senin (19/8/2019).

 

Baca juga:

Gandeng PBNU, Kemenag Terbitkan Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas

 

Kiai Hasan mengharapkan para pengasuh pesantren yang menerima akta notaris tersebut dapat memanfaatkan betul legalitas tersebut. “Saya berharap kami bisa memanfaatkan dan mampu bersaiang dalam mendidik masyarakat,” katanya.

Sementara itu, KH Abdul Ghofar Rozin mengungkapkan bahwa hal itu merupakan salah satu program RMI PBNU di antara program-program lainnya yang menekankan pada pemberdayaan.

“Terutama program pemberdayaan pesantren, ekonomi, guru, dan manajemen,” katanya.

Dalam perjalanannya, ia melihat banyaknya pesantren kita yang tidak mempunyai badan hukum sehingga RMI PBNU memulai memberikan akta notaris di Tegal, Jawa Tengah. “Kita bikin lagi lebih besar 200 pesantren di Banten,” ujarnya.

Gus Rozin, sapaan akrabnya, bertekad akan menerapkan hal yang sama di provinsi-provinsi lainnya pada di masa selanjutnya. “Insyaallah ini akan kita lanjutkan lagi di provinsi-provinsi lain, banyak sekali pesantren belum memiliki badan hukum,” jelas Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Domestik itu. (jms/nuonline)

 

 

Baca juga:

Ini Empat Indikator Utama Pesantren Hijau dari LPBI PBNU


Back to Top