Rumah Zakat Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Sekolah Lompo Tengah Sulsel

gomuslim.co.id – Bencana kekeringan kini mulai melanda beberapa wilayah Indonesia akibat musim kemarau berkepanjangan. Merespon hal tersebut, Rumah Zakat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.

Pemberian bantuan air bersih kali ini dilakukan di Jalan Pendidikan, Kel. Lompo Tengah, Kec. Tanete Riaja, Kab. Barru, Prov. Sulawesi Selatan. Lompo Tengah adalah daerah yang terkena dampak kekeringan paling parah dibandingkan wilayah lainnya di Kabupaten Barru.

Penerima manfaat air bersih ini adalah 769 siswa/i, 49 guru, 1 kepala sekolah serta masyarakat sekitar sekolah yang akan mengambil air di penampungan air sekolah melalui pompa air milik masing-masing.

“Insya Allah air bersih ini akan digunakan untuk berwudhu, pelaksanakan sholat 5 waktu, kegiatan memasak dan keperluan aktifitas kehidupan lainnya,” ungkap salah satu relawan Rumah Zakat baru-baru ini.

Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Rumah Zakat dan donatur yang telah memberikan bantuan air bersih.

 

Baca juga:

Bangkitkan Ekonomi Warga Medan, Rumah Zakat Inisiasi Program ‘Kedai Kita’

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau yang terjadi saat ini akan masih berlanjut dalam dua atau tiga bulan ke depan. BMKG menyebut perkiraan awal musim hujan akan jatuh pada akhir November hingga awal Desember 2019.

“Puncak kemarau di bulan Agustus-September. Itu adalah puncak dan tidak berarti kemarau langsung berhenti, kita masih akan menghadapi September-Oktober, kekeringan dan hujan sedikit masih akan terus kita hadapi dua hingga tiga bulan ke depan," kata Kepala Subbidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi.

Dia menjelaskan bahwa saat ini sekitar 92 persen wilayah Indonesia mengalami kemarau. Bahkan terdapat beberapa wilayah yang mengalami hari tanpa hujan ekstrem, yaitu tidak ada hujan hingga lebih dari 60 hari seperti di seluruh Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut Adi, hal tersebut disebabkan oleh siklus iklim El Nino pada akhir 2018 yang membuat kemarau lebih kering. Kendati demikian dia menyatakan kemarau 2019 tidak separah pada kekeringan di musim kemarau 2015. (jms/rz/dbs)

 

 

Baca juga:

Rumah Zakat Luncurkan Badan Usaha Milik Masyarakat


Back to Top