Buka Santripreneur Lintas Agama, Ini Pesan Menpora untuk Santri

gomuslim.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka acara Santripreneur Lintas Agama 2019 di Bali, Rabu (21/08/2019). Dalam sambutannya, Imam Nahrawi mendorong santri dan semua kalangan untuk berani menjadi pengusaha atau entreprenur.

Menurutnya ladang dakwah dan pengabdian santri bisa dilakukan dalam banyak hal, salah satunya di dunia usaha dan bisnis. Ia menilai, santri seharusnya memainkan peran penting dalam pembangunan di Indonesia. Namun yang terjadi, santri justru hanya menjadi objek atau pasar semata.

“Santri harus berani berinovasi setiap saat dan dimanapun berpijak pemuda tidak boleh hanya dijadikan komoditi/target pasar, namun harus berani bersaing sebagai produsen berbagai produk yang dapat dikembangkan menjadi unggul, besar dan maju," kata Imam dalam keterangan tertulis, Kamis (22/08/2019).

Imam juga menyampaikan, hadirnya pengurus Himpunan pengusaha muda Indonesia nantinya untuk mengisi di dalam diskusi, tidak hanya memberikan insfirasi saja tapi juga bisa menambah dan memperkuat koneksi bisnis produk-produk dari para peserta.

Menpora didampingi Anggota DPR Maman Imanulhak menghadiri opening ceremony acara tersebut. Kedatangannya disambut dengan pengalungan bunga oleh Direktur Diagnosa Institute, Andi Fajar Asti.

Fajar selaku ketua pelaksana acara menuturkan, pada perkembangan saat ini posisi santri berpengaruh pesat dalam membangun perekonomian bangsa melalui usaha-usaha yang dibangun di kawasan pesantren maupun paska mereka lulus sebagai alumni santri.

Terdapat beberapa kategori yang telah ditetapkan oleh panitia mulai dari kuliner, fashion sampai produk inovasi berbentuk aplikasi dan start up. Selanjutnya tidak hanya bazar, peserta yang terdiri dari berbagai santri dari lintas agama.

 

Baca juga:

Lewat Program Goes to Pesantren, HIPSI Pasuruan Latih Santri Berwirausaha

 

"Saya meyakini dan menjelaskan kepada seluruh audien bahwa tidak hanya Islam yang memiliki konsep pendidikan berbasis pesantren, namun Hindu, Budha, Protestan, Katolik dan Konghucu pun mengaplikasikan konsep pondok dan santri," kata Fajar.

Sementara itu, Maman Imanulhak menyampaikan pentingnya menjaga konektipitas dengan pengusaha mudah Indonesia dan juga beliau berharap para peserta mampu memanfaatkan dengan baik era Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang ini.

Acara dilanjutkan pemukulan gong dan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya Santripreneur lintas agama dan bazar produk unggulan. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Imam menyempatkan berkeliling stand bazar dan mendengarkan berbagai konsep dari para peserta bazar. (jms/rls/foto:beritalima)

 

Baca juga:

Menpora: Santri juga Bisa Jadi Atlet Berprestasi

 

 

 


Back to Top