Ini Tiga Tujuan PWNU Jawa Barat Dirikan Pusat Halal

gomuslim.co.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat mendirikan Pusat Halal. Pusat Halal yang berada di  Kantor PWNU Jabar Jalan Galunggung No 9 Kota Bandung ini, merupakan pioner atau baru pertama kalinya dibentuk organisasi masyarakat (Ormas) Islam di wilayah Jabar.

Ketua Pusat Halal PWNU Jabar, KH Lukman Hakim memaparkan Pusat Halal ini dibuat karena ingin melakukan tiga hal. Pertama, mengedukasi masyarakat seputar halal. Karena, domain halal tak hanya untuk umat Muslim tapi halal itu sebenarnya untuk kepentingan umat manusia. Kedua, dari sisi aspek pengusaha, NU ingin produk-produk yang beredar di masyarakat ada pendampingan.

Sehingga, produk-produk yang masuk ada kepastian bahwa produk yang beredar di masyarakat itu aman karena dijamin produk halal. "Ini akan bagus untuk perkembangan pribadi dan anak-anak," katanya.

 

Baca juga: 

Jakarta Syariah Halal Festival 2019: Ini Perkembangan Ekosistem Halal Supply Chain Menuju Revolusi Industri 4.0

 

Ketiga, kata dia, dia berharap pusat halal ini bisa melakukan edukasi, advokasi serta melakukan sinergi. Karena, halal ini akan menjadi referensi produk makanan, minuman, kosmetik biotek, dan pariwisata.

Lukman menilai, sudah saatnya layanan publik memberikan perhatian lebih terhadap produk halal untuk perkembangan bangsa ini. Apalagi, saat ini Indonesia berada di era global. Jadi, yang menuntut produk halal bukan hanya orang Muslim tapi semua masyarakat dunia. "Halal itu universal. Saya lihat, halal ini akan menjadi tren dunia di masa depan. Ini, saya liat ga akan lama lagi," katanya.

PWNU Jabar, kata dia, memang baru sekarang membuat produk halal ini untuk merespons undang-undang sekaligus peraturan pemerintah yang memberi ruang pada ormas untuk mengedukasi soal produk halal ini.  

"Jadi kami ada di lembaga pemeriksaan halalnya. Kami juga ingin tugas halal tak hanya domain MUI tapi semua stake holders. Ini sesuai Undang-undang jadi ayo sama-sama," katanya.

Lukman menilai, keberadaan Pusat Halal yang PWNU ini, akan semakin membantu mempermudah masyarakat. Karena, jumlah produk makanan dan minuman di Indonesia banyak jadi kalau layanan halalnya satu pintu tak akan optimal. 

Pusat halal ini, pengelolaannya bersinergi dengan para pakar. Di antaranya, ada darib ITB, Unpad, dan UPI. "Kami bersinergi dan kolaborasi melakukan pendampingan masyarakat tentang jaminan produk halal," katanya.

Layanan Pusat Halal akan dibuka setiap hari dilengkapi dengan tenaga editor dan sinergi kolaborasi dengan laboratorium yang punya sertifikasi. Namun, memang PWNU tak menerbitkan sertifikat. Tapi, hanya mengedukasi, advokasi, dan pencerahan. "Kami akan melayanan se Jabar. Yang dilakukan NU Jabar ini kami harap akan menjadi inspirasi NU yang lain karena ini pertama," katanya. (nov/pikiranrakyat/rep)

 

Baca juga:

Inisiator Juleha Latih Sembelih Halal


Back to Top