Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Kirim Dosen untuk Ikuti Internasional Women Leadership di Beijing

gomuslim.co.id - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) menggelar seleksi bagi dosen untuk pemilihan duta universitas yang nantinya akan dikirim mengikuti International Female Leadership Training. Rencananya kegiatan tersebut akan terselenggara selama dua minggi di China Women University pada  20 Oktober hingga 31 Oktober 2019 mendatang.

Tes tersebut meliputi psikotes, pengetahuan kepemimpinan, manajerial, wawasan global dan tak kalah pentingnya kemampuan Bahasa Inggris.

Salah satu peserta, Darmayanti, mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan ajang uji kepercayaan diri, dimana kontestan lainnya cukup senior dalam hal pengalaman manajerial dan wawasan internasional.

“Saya tidak punya target muluk dari kontes ini, hanya meramaikan saja,” kata dia. Walaupun demikian, ternyata diakhir seleksi, keputusan dewan juri bulat, berdasarkan kapabilitas, performance yang bersangkutan, tim juri memilih Darma sebagai salah satu pemenang tiket gratis menghadiri international female leadership training di China nanti.

 

Baca juga:

UMY Raih Pustakawan Terbaik Tingkat Nasional

 

Lain halnya dengan Dina Rafidiyah, Dina, merupakan dosen prodi bahasa Inggris dan juga kebetulan pernah hidup di luar negeri. Maka, tak heran dia adalah kandidat yang lolos dalam seleksi ini.  Ada juga pengalaman menarik dari kandidat yang tidak lolos seleksi, dia tidak kecewa bahkan bahagia bisa ikut meramaikan kompetisi ini.

Kegiatan ini merupakan hasil implementasi dari kerja sama atau MOU antara UMBJM dengan China Women University (CWU). Selama kegiatan peserta akan belajar tentang evolusi HAM wanita di Cina, representasi wanita dalam memegang peranan di pemerintahan, peranan wanita dalam pendidikan tinggi, serta kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat bersejarah.

Wakil Rektor 1 UMBJM, Alfian Mauricefle selaku Ketua pelaksana acara, berharap bahwa kegiatan ini akan membuka perspektif baru dunia dalam memandang  Cina dalam hal emansipasi wanita dan kesetaraan gender. “Kegiatan ini merupakan sebuah langkah maju dari pemerintah cina yang mengusung budaya patriarchal pada masa lalu menuju gender ekualiti,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kailani, coordinator acara dan juga Direktur Hubungan Internasional UMBJM, mengatakan bahwa dari hasil training nanti aka nada 2 hal yang didapat, yaitu people to people diplomacy dan penguatan jejaring Indonesia dengan Cina sebagai mitra dalam program OBOR mereka. Dia juga mengatakan, tentunya kerja sama yang dilakukan berdasar asal mutual, saling menghormati, dan menjunjung tinggi kesetaraan.

Dengan kegiatan ini, UMBJM terus berusaha menambah pundi-pundi poin kerja sama untuk internasionalisasi kampus menjadi kampus terapung yang menginspirasi pembangunan di Kalimantan Selatan, dengan semboyan the Floating Campus and Inspiring University. (hmz/muhammadiyah)

 

Baca juga:

Kwarpus HW Gelar Bina Prestasi Tingkat Nasional


Back to Top