Bantu Pengungsi Kembali Sekolah, Pengusaha Emirat Ini Siap Donasi 25 Juta Dirham

gomuslim.co.id - Pengusaha dermawan asal UEA, Abdul Aziz Al Ghurair mengalokasikan dana Dh25 juta untuk pendidikan siswa pengungsi di Yordania, Lebanon dan UEA tahun ini. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Dana Pendidikan Pengungsi Abdul Aziz Al Ghurair berjumlah 100 juta yang diluncurkan pada Hari Pengungsi Sedunia tahun lalu.

Bantuan ini diatur untuk berjalan selama tiga tahun. Tujuannya adalah untuk mendukung pendidikan 20.000 anak-anak di Yordania, Lebanon, dan UEA.

"Orang-orang muda yang pendidikannya terganggu oleh konflik layak mendapat kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka dan memiliki kesempatan untuk masa depan yang baik," kata Abdul Aziz Al Ghurair seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Rabu (04/09/2019).

Pada putaran awal tahun 2018, dana sebesar Dh49 juta langsung dialokasikan untuk organisasi pendidikan dan kemanusiaan terpilih. Dana tersebut memungkinkan 6.788 siswa pengungsi kembali sekolah baik di tingkat menengah, pendidikan kejuruan, dan universitas.

Untuk putaran kedua tahun ini, dana sebesar Dh25 juta akan dicairkan. Dana tersebut diharapkan dapat membantu lebih dari 10.000 anak kembali ke sekolah dan menyelesaikan pendidikan mereka.

 

Baca juga:

1,3 Juta Anak Palestina Masuk Sekolah pada Tahun Ajaran Baru 2019

 

Sejauh ini, total bantuan keuangan mencapai Dh74 juta, dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 17.000. Putaran pendanaan ketiga dan terakhir inisiatif ini rencananya akan digulirkan pada tahun 2020.

"Saya menyiapkan dana ini selama Tahun Zayed karena saya percaya para dermawan memiliki peran dalam membantu mendukung salah satu tantangan paling utama di wilayah kami yaitu kurangnya peluang pendidikan bagi kaum muda yang paling membutuhkan," kata Al Ghurair.

Dana ini akan mendukung program pendidikan berdampak tinggi di tingkat pendidikan menengah, kejuruan dan tersier. Tujuannya untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja saat ini.

Lembaga penerima yang dipilih untuk dana tersebut diantaranya Emirates Red Crescent di UAE; UNHCR; Badan Pengungsi PBB dan Relief International di Yordania; dan Proyek Pemuda Lebanon Bersatu, Beit Atfal Assumoud, Alfanar, Digital Opportunity Trust dan War Child Holland di Lebanon. (jms/khaleejtimes)

 

 

Baca juga:

Bank Syariah UEA Gagas Skema Baru untuk UKM

 


Back to Top