Pembenahan Situs Asrama Haji Tinggalan Belanda Alami Kendala Status Kawasan

gomuslim.co.id - Walikota Sabang Nazaruddin mengaku pembenahan situs asrama haji di pulau Rubiah, kota Sabang terkendala status kawasan karena masuk dalam kawasan Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA).

“Asrama haji itu  merupakan situs sejarah haji yang harus dilestarikan karena  menyimpan sejarah panjang tentang kehajian di Indonesia,” katanya, Kamis (5/9/2019).

Oleh karena itu, katanya, karena kendala tersebut, kondisi situs karantina haji termewah di zaman Belanda yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang kini sangat memprihatinkan.

Dahulu hampir semua jemaah haji menggunakan kapal laut dan semuanya mampir di asrama haji Pulau Rubiah, ketika akan berangkat ke tanah suci maupun tatkala pulang.

 

Baca juga:

Datangi Pulau Rubiah, Kemenag RI Tinjau Bangun Embarkasi Haji Zaman Belanda

 

Nazaruddin mengaku sudah menandatangani surat agar Pulau Rubiah dikeluarkan dari zona konservasi. Selain itu, dia juga memohon agar kawasan tersebut dapat dikeluarkan untuk memudahkan pemugaran situs karantina haji.

“Kita tidak boleh bangun tanpa ijin pihak terkait, karena mereka punya ketentuan aturan sendiri soal konservasi. Saya pikir coba nanti kita bekerja sama dengan provinsi dan pihak terkait lainnya agar (Pulau Rubiah) bisa dikeluarkan dari zona tersebut,” ungkap Nazaruddin.

Tidak hanya situs asrama haji saja, namun ada sejumlah daerah di kota Sabang yang masuk dalam situs haji. Seperti kampung Haji, kawasan Sabang Fair, dan rumah sakit bawah tanah.

Menurut Nazaruddin, sejumlah kawasan tersebut masuk dalam rencana tata ruang baru kota Sabang.

“Nanti akan kita review soal tata ruang kota Sabang, mana yang gak sesuai lagi akan kita lihat, kita punya rencana besar terkait situs sejarah Haji,” tutup Nazaruddin. (hmz/detik/dbs/foto:rri)

 

Baca juga:

Operasional Daker Makkah Resmi Berakhir, 501 Kloter Jemaah Haji Indonesia Sudah Berangkat ke Tanah Air


Back to Top