Muslim Palmerston Utara Selandia Baru Segera Miliki Masjid Lebih Besar

gomuslim.co.id – Komunitas Muslim Palmerston Utara, Selandia Baru bersiap untuk mengakomodasi populasi muslim yang terus tumbuh. Salah satunya melalui renovasi atau pembangunan masjid yang lebih luas untuk menampung banyak jamaah.

Presiden Asosiasi Manawatū Muslim, Riyaz Rehman, mengatakan umat Islam di Palmerston Utara membutuhkan ruang ibadah yang lebih luas. Hal demikian karena setiap ibadah shalat Jumat, umat merasakan kesulitan. “Dengan 320 orang, kami hampir penuh,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Stuff, Selasa (10/09/2019).  

Saat ini, kata dia, satu-satunya masjid untuk komunitas Muslim terletak di Cook St. Masjid tersebut sudah tidak mengakomodir komunitas Muslim yang telah tumbuh secara signifikan setelah serangan teroris 15 Maret di Christchurch.

Pada hari libur keagamaan seperti `Idul Fitri’, ada lebih dari 1500 jamaah yang datang ke Masjid sehingga ruangan yang ada tidak dapat menampung semua. Mereka sedang mempertimbangkan apakah akan membangun masjid atau mencari bangunan baru.

“Kami berbicara dengan saudara laki-laki Mori kami, Rangitāne. Kami ingin memasukkan pengaruh Māori ke dalam desain,” katanya.

Sedangkan, pilihan lainnya adalah pindah ke Palmerston North. "Ini akan baik untuk Palmerston North juga. Apa pun yang kita lakukan, itu akan menjadi ikon dan akan menjadi sesuatu yang bisa dihubungkan dengan Kiwi," tuturnya.

 

Baca juga:

Dua Muslim Selandia Baru Ikuti Pencalonan Dewan Kota

 

Anggota Komite, Zulfiqar Butt mengatakan selama dekade terakhir, proyek-proyek pembangunan Masjid serupa di seluruh Selandia Baru telah mendapat dukungan baik dari sisi pendanaan. Menurutnya, ketika sebuah proyek dimulai, dana datang dari berbagai tempat.

“Setelah menyelesaikan desain, kami berharap akan mendapatkan dana. Kami berusaha untuk mendapatkan tempat yang sangat disambut. Yang seharusnya menjadi tempat bagi semua Palmerston Utara, tidak hanya Muslim tetapi seluruh komponen masyarakat lebih luas," jelasnya.

Untuk diketahui, Islam di Selandia Baru diikuti oleh sekitar 1% dari total populasi. Sejumlah kecil imigran Muslim dari Asia Selatan dan Eropa Timur menetap di Selandia Baru dari awal 1900-an hingga 1960-an.

Imigrasi Muslim skala besar dimulai pada 1970-an dengan kedatangan orang-orang Indian Fiji, diikuti pada 1990-an oleh para pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dibuka pada tahun 1959 dan sekarang ada beberapa masjid dan dua sekolah Islam.

Pada Sensus Penduduk dan Tempat Tinggal 2013, 78,9 persen penduduk Palmerston Utara diidentifikasi sebagai etnis Eropa, 16,5 persen sebagai Māori, 9,7 persen sebagai Asia, 4,5 persen sebagai Masyarakat Pasifik, 1,3 persen sebagai Timur Tengah atau Amerika Latin atau Afrika, dan 2,1 persen sebagai etnis lain (terutama 'Selandia Baru'). (jms/stuff/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Kunjungan Empat Pemain Timnas Rugby Selandia Baru Kuatkan Moral Korban Christchurch


Back to Top