Arab Saudi Dirikan Perusahaan untuk Kelola Air Zam Zam

gomuslim.co.id - Upaya Pemerintah Arab Saudi untuk menekan praktek peredaran air zam-zam palsu serta zam-zam dengan harga jual yang tinggi akibat praktek joki atau makelar. Kerajaan Arab Saudi berikan mandat secara khusus kepada National Water Company untuk menjadi satu-satunya pihak yang mengelola dan mengemas air zamzam. Ini dilakukan untuk mencegah pemalsuan dan praktik perjokian dalam distribusi air tersebut yang diberi label Zam-Zam Water.

Ahmad Bukhori Petugas pemandu National Water Company menuturkan tujuan pendirian perusahaan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji, jamaah umrah, maupun masyarakat umum. Supaya tidak menjadi korban praktik perjokian. 

Harga untuk air zam-zam ukuran lima liter adalah 3,25 riyal atau sekitar Rp 12.500 per galon. Sementara harga jual di Bandara Jeddah atau Madinah 7,5 riyal atau sekitar Rp30 ribu. Lebih mahal karena ada biaya untuk kemasan plastik dan kardus.

Jika dibandingkan dengan harga di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, air zam-zam kemasan mencapai Rp500 ribu untuk kemasan galon lima liter. Lebih mahal 40 kali lipat dibandingkan harga aslinya di perusahaan Zam Zam Water.

Ahmad menjelaskan, perusahaannya itu tidak melakukan ekspansi ke luar negeri untuk menjual zam-zam.

“Jangankan keluar negeri, membuka cabang atau toko di luar Mekkah dilarang oleh Raja," jelasnya.

Karena hal ini sedikit banyaknya telah membuat penyediaan dan pendistribusian air zam-zam di Mekkah semakin tertib. Sebelumnya pengadaan zam-zam belum terlalu tertib masih banyak praktek perjokian yang membuat harga air suci itu mahal. Selain itu,ada laporan bahwa air zam-zam yang disediakan palsu atau dicampur.

"Kalau di sini air zam-zamnya dijamin murni," tuturnya.

 

Baca juga :

PPIH Larang Jemaah Haji Bawa Air Zam-Zam di Dalam Koper

 

Pusat pengemasan serta pendistribusian air zam-zam itu hanya berjarak empat kilometer dari Masjidil Haram dan dalam setiap harinya mereka menyedot air dari sumur zam-zam di sekitar Hijr Ismail sebanyak 200 ribu liter untuk disaring.

Ahmad memastikan, di tempatnya hanya menyaring air zam-zam dari potensi adanya pasir atau partikel lainnya.

"Kami tidak menambah zat-zat apapun pada air suci zam-zam," jelasnya. (waf/dbs/liputan6)

 

 


Back to Top