Gus Miftah: Ibu Adalah Malaikat yang Langsung Diutus oleh Allah untuk Kita

gomuslim.co.id - Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dalam video unggahannya di Instagram meminta umat Islam untuk tak menyiakan sosok ibu. Sebab ibu merupakan orang yang merawat dan membesarkan kita dari bayi hingga dewasa.

Gus Miftah mengatakan, ibu merupakan malaikat yang dikirim Allah untuk melahirkan dan mengurus kita. "Saat kecil ibu selalu mengurus anaknya dengan tulus dan penuh cinta," katanya.

Keridhaan orangtua adalah ridhanya Allah SWT. Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

 

Baca juga:

Deddy Corbuzier Resmi Ucapkan Syahadat, Masyarakat Ramai Datangi Pondok Pesantren Ora Aji Gus Miftah

 

Dalam video tersebut Gus Miftah menjelaskan, tidak ada seorang anak sukses tanpa ada restunya orangtua, dan ajaran orangtuanya. "Malaikat yang diutus Allah langsung untukmu adalah orangtua khususnya ibumu. Maka jangan pernah menyia-yiakan ibumu."

"Saat Anda masih kecil, orangtua selalu sabar dan tulus merawatmu hingga dewasa. Namun ketika kalian sudah dewasa, tidak adanya rasa sabar dalam mengurus orangtua. Terkadang anak-anak justru merasa iri satu sama lain karena harus mengurus orangtuanya," jelas Gus Miftah.

Terutama anak laki-laki yang sudah menikah, saat istrinya tidak pengertian pada mertuanya, ini berbahaya. Sebab anak laki-laki wajib berbakti pada ibunya meski telah menikah. Istri wajib memahami hal itu.

Sayyidina Ali Bin Abi Thalib mengatakan, kalau seandainya seorang anak berbuat baik 24 jam seumur hidupnya untuk kedua orangtunya, itu tidak bisa membalas jasa seorang ibu ketika melahirkanmu.

Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua dan murka Allah tergantung pada murka orangtua.” (Hadits riwayat Hakim, ath-Thabrani)

Allah SWT berfirman,

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-Ahqaaf : 15)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman : 14)

Gus Miftah juga menekankan agar seorang anak menghormati kedua orangtuanya. "Jika orangtua Anda sudah tua janganlah Anda membawanya ke panti jompo, rawatlah mereka sebagaimana mereka merawatmu sejak kecil," tegasnya. (nov/igtv/okezone)

 

Baca juga:

Izin Ceramah di Tempat Hiburan Malam, Gus Miftah Temui Gubernur DKI Jakarta


Back to Top