Begini Respon KNKS Terkait Rencana Penyusunan Roadmap Fintech Syariah

gomuslim.co.id – Rencana penyusunan peta jalan atau roadmap untuk industri financial technology (fintech) berbasis syariah mendapat respon positif dari sejumlah kalangan. Salah satunya dukungan datang dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Adapun pihak yang berkoordinasi dalam merealisasikan penyusunan peta jalan tersebut diantaranya KNKS, Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (Bappenas), regulator seperti OJK serta Bank Indonesia dan para pelaku industri fintech.

Menurut Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS, Afdhal Aliasar, roadmap yang ditargetkan selesai pada 2020 ini diharapkan dapat mendorong ekonomi pada perbankan syariah. Hal demikian mengingat posisi perbankan syariah masih pada level 5 persen.

“Kita harus mengambil pelajaran dari perbankan syariah yang awalnya digenjot untuk tumbuh ternyata value differentiation masih kurang. Sehingga jangan sampai hanya ingin mengejar pertumbuhan namun nilai diferensiasi menjadi kabur,” ujarnya, Selasa (11/09/2019).

Ia menuturkan pertumbuhan fintech akan sangat pesat karena saat ini merupakan era berbasis teknologi dan digital sehingga paduan perkembangan industri sangat diperlukan agar menciptakan inovasi yang bebeda dan bisa berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi syariah.

“Paduan itu diperlukan supaya fintech syariah bisa menciptakan produk yang berbeda dengan fintech konvensional,” katanya.

 

Baca juga:

Siap Rilis November 2019, LinkAja Syariah Masuk Tahap Uji Coba

 

KNKS sendiri, sambung dia, berperan sebagai jembatan bagi pelaku usaha, regulator, dan pemerintah dengan mengupayakan komunikasi yang tepat dalam menyusun peta jalan fintech syariah. Karena itu, perencanaan peta jalan tersebut masuk dalam program kerja KNKS untuk 2020 dengan kajian yang telah dilaksanakan sejak 2019.

“Kami masukkan peta jalan ini ke program kerja di 2020. Kami akan melakukan kajian pendahuluan mulai sekarang supaya di pertengahan 2020 sudah bisa meluncurkan peta jalan fintech syariah,” ungkapnya.

Sebelumnya, KNKS juga berencana untuk meluncurkan alat pembayaran digital melalui kanal LinkAja versi syariah pada 12 November mendatang yaitu bertepatan dengan festival syariah internasional yang akan diinisiasi secara langsung oleh KNKS dan Bank Indonesia (BI).

KNKS beserta PT Finarya akan bekerja sama dengan empat bank syariah yaitu BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, dan UUS BTN namun tidak menutup kemungkinan juga membuka peluang bagi berbagai bank syariah swasta dan daerah.

Alat pembayaran digital versi syariah sangat diperlukan agar uang yang selama ini masuk ke bank konvensional bisa masuk ke dalam bank syariah sehingga keuangan syariah di Indonesia bisa meningkat. (jms/antara)

 

Baca juga:

Ini Kata Kiai Ma’ruf Amin Tentang Ekonomi Syariah di Indonesia


Back to Top