Menteri Urusan Islam Saudi Sampaikan Empat Hal Penting dalam Bangun Negara

gomuslim.co.id - Menteri Urusan Islam, Dawah, dan Bimbingan Arab Saudi, Syekh Abdullatif Al-Asheikh menyampaikan hal terpenting dalam membangun negara yang disepakati oleh semua bangsa dan peradaban yang ditekankan oleh Islam. Menurutnya, hal penting tersebut adalah menetapkan aturan keadilan, toleransi, koeksistensi dan memerangi korupsi.

Penyataan tersebut disampaikan Al-Asheikh dalam pembukaan Konferensi Internasional ke-30 Dewan Tertinggi Urusan Islam, yang diselenggarakan oleh Kementerian Awqaf Mesir di Kairo dengan tema "Pembangunan Bangsa dalam Fikih Islam” baru-baru ini.

“Salah satu sumber korupsi terbesar adalah korupsi intelektual yang menghasilkan semua korupsi praktis dan perilaku,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin, (16/09/2019).

Ia juga menyebutkan bahwa informasi salah yang disebarluaskan oleh para ekstremis dan teroris di kalangan umat Islam mengarah pada revolusi dan hilangnya nyawa, serta perusakan kampung halaman.

Al-Asheikh mengatakan bahwa ideologi radikal di mana organisasi teroris menyebar militansi dan kebencian di antara orang-orang atas nama Islam. Hal ini menyebabkan non-Muslim membenci Islam.

 

Baca juga:

Menteri Urusan Islam Saudi Soroti Upaya Kerajaan Sebarkan Moderasi

 

Dia menggarisbawahi bahwa membangun negara dan mempromosikan kekuata tidak akan terjadi dengan kemalasan. Tetapi dengan mempelajari semua materi dan sarana beradab dalam semua aspek kehidupan, baik militer, ekonomi, ilmiah dan sosial.

"Islam memperhitungkan aspek-aspek ini dengan sangat hati-hati," kata Al-Asheikh.

Ia mencontohkan Arab Saudi mampu mendamaikan nilai-nilai agama dengan modernitas, sehingga tanah Dua Masjid Suci menjadi contoh peradaban dan modernitas sambil berpegang pada fondasi agama dan Islam.

"Kerajaan juga menjadi batu yang kokoh untuk memecahkan kecerdikan musuh-musuh Arabisme dan Islam. Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa pertolongan Tuhan dan kebijaksanaan para pemimpinnya, yaitu Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman," ungkapnya.

Al-Asheikh mengakhiri pidatonya dengan menyoroti bahwa Visi 2030, Program Transformasi Nasional 2020 dan proyek-proyek penting Kerajaan sebagai indikasi yang jelas dari upaya Arab Saudi dalam memerangi korupsi dan koruptor. (jms/arabnews)

 

 

Baca juga:

Liga Dunia Muslim dan Evangelis Bahas Koeksistensi dan Harmoni Internasional


Back to Top