Sempat Dilarang Karena Janggut, Petinju Muslim AS Ini Akhirnya Boleh Ikut Kompetisi

gomuslim.co.id – Seorang petinju Muslim Amerika, Basheer Abdur sempat mendapat larangan ikut kompetisi karena menumbuhkan janggut. Namun tahun ini, Abdur telah memenangkan hak untuk berpartisipasi setelah berhasil memperjuangkan hak-hak agamanya

“Itu membuka pikiran saya untuk hidup lebih besar dari sebelumnya. Orang-orang berjuang untuk mendapatkan kesempatan,” kata Abdur seperti dilansir dari publikasi WXYZ, Selasa, (17/09/2019).

Semuanya berawal ketika Boxing Amerika Serikat melarang petinju berusia 19 tahun ini untuk mengambil bagian dalam Golden Gloves Tournament karena janggutnya. Aturan pada saat itu menuntut pengabaian agama diajukan 7 hari sebelum setiap pertarungan.

Namun, dalam turnamen progresif, atlet tidak dapat mengajukan 7 hari sebelumnya untuk pertarungan yang belum memenuhi syarat.

Dengan bantuan Dewan Hubungan Islam Amerika Michigan, ia menyerukan perubahan. Tahun ini di Golden Gloves sebuah tanda dipasang yang memberi tahu para petinju Muslim bahwa mereka dapat berpartisipasi.

 

Baca juga:

Begini Kisah Perjuangan Sannah, Petinju Muslimah Penyandang Disabilitas

 

Bahkan, badan amatir Inggris, Inggris Boxing, membatalkan larangan serupa pada 2018 setelah kampanye delapan tahun dari petinju Muslim dan Sikh.

Pengacaranya di CAIR-Michigan, Amy Doukoure mengatakan mereka telah memenangkan ronde pertama. Di babak kedua ia menginginkan sistem sehingga para pejuang tidak perlu berulang kali mengajukan keringanan agama. "Saya tidak ingin mereka mengalami hal yang sama seperti yang saya alami," kata Abdur.

Berdasarkan peraturan Syariah Islam, para sarjana Muslim berselisih tentang apakah menumbuhkan jenggot adalah kewajiban atau hanya sunnah.

Faktanya, berkenaan dengan shalat imam, tidak ada bukti dalam syariat yang menyatakan bahwa memiliki jenggot adalah keharusan untuk memimpin shalat. Apalagi shalat adalah ritual terpenting dalam Islam. Tidak ada teks dari Nabi Muhammad (SAW) yang membuat kondisi jenggot untuk validasi doa seorang Muslim atau seorang imam.

Sarjana lain percaya bahwa membiarkan jenggot tumbuh dan memotong kumis diperintahkan sebagai wajib menurut Sunnah dalam Islam Sunni melalui konsensus.

Beberapa sarjana percaya itu dianggap dari fitra menurut Sahih Bukhari, Buku 72, Hadits # 781 Diceritakan oleh Ibnu Umar: Rasulullah SAW bersabda, "Potonglah kumis dan biarkan jenggot (sebagaimana adanya)." (jms/wxyz/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Petinju Muslim Ini Raih Gelar Juara Dunia pada Bulan Ramadhan


Back to Top