Kurangi Sampah Plastik, Komunitas Muslimah di Masjid Toronto Buat Gerakan Ramah Lingkungan

gomuslim.co.id – Aksi Komunitas Jaffari di masjid lokal Thornhill, Toronto, Kanada ini patut diapresiasi. Pasalnya, kelompok yang didominasi kaum muslimah ini membuat sebuah gerakan ramah lingkungan. Mereka berhasil mengurangi jejak karbon dengan memanfaatkan limbah dan mengurangi penggunaan plastik.

Upaya ini berawal pada 2013 ketika melihat tumpukan sampah plastik setelah berbuka puasa Ramadhan. "Kami pikir ini adalah hal yang salah. Setelah itu, kami pun berkumpul dan berpikir bahwa kita harus melakukan sesuatu,” kenang Shelina Jessa, salah satu anggota komunitas seperti dilansir dari publikasi The Star, Rabu, (18/09/2019).

Saat itu, muncul ida membentuk Tim Eco Wanita, sebuah kelompok dengan anggota enam orang, termasuk Jessa, yang akhirnya mengambil misi penghijauan. Enam tahun berlalu hingga sekarang, mereka tidak lagi menggunakan plastik saat acara makan malam.

Kelompok ini menggunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali, meskipun harus mengeluarkan biaya lebih tinggi. Mereka juga mengatur mesin pencuci piring secara sukarela, dan menyiapkan tempat untuk memisahkan limbah.

Berkat aksinya, Komunitas Jaffari berhasil mengurangi sampah dari 20 sampai 30 kantong menjadi dua hingga tiga kantong. Sisa makanan pun mereka komposkan, tidak dibuang begitu saja.

 

Baca juga:

Masjid Az-Zikra Milik Almarhum Ustadz Arifin Ilham Jadi Percontohan Masjid Ramah Lingkungan

 

Awalnya mereka sempat kebingungan, dan mereka harus memasang tanda-tanda untuk komunitas, tapi sekarang semua orang tahu persis apa yang harus dilakukan. "Ada kesadaran besar yang menyebar. Saya pikir itu benar-benar telah berhasil," katanya.

Upaya ini pun mendapat pujian dari Jessica Green, seorang profesor ilmu politik Universitas Toronto spesialis perubahan iklim. Menurutnya, kelompok-kelompok semacam ini dapat membangun komunitas orang-orang yang berpikiran sama yang bersedia untuk mengambil tindakan, saling mendukung dan itu akan menjadi semakin penting.

"Intinya adalah bahwa gerakan sosial dan upaya akar rumput sangat penting karena perubahan iklim adalah masalah politik dan bukan masalah teknis. Jadi, semuanya dimulai di bagian paling bawah dari setiap orang," katanya.

Upaya komunitas Muslim seperti ini bukanlah yang pertama dilakukan masjid-masjid di seluruh dunia. Awal tahun ini, Islamic Institute of Toronto meluncurkan Ramadan Bebas Limbah, sebuah inisiatif yang melarang penggunaan botol air plastik atau didistribusikan di masjid.

Masjid-masjid di seluruh Inggris juga melarang penggunaan plastik selama bulan suci 2019. Pada 2017, Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) meluncurkan kampanye yang mendesak umat Islam, masjid, dan pusat Islam untuk menerapkan praktik dan kebijakan yang ramah lingkungan.

Muslim di Greater Toronto Area juga meluncurkan proyek bernama #Waste Ramadan Gratis untuk melindungi lingkungan mereka pada tahun 2017. (jms/star/aboutislam)

 

Baca juga:

Ramah Lingkungan dan Junjung Toleransi, Ini Masjid Unik di Inggris


Back to Top