Muslim Travelers, Ini Pilihan Wisata Dirgantara di Jateng

gomuslim.co.id - Sport tourism atau wisata olahraga terus dikembangkan di Indonesia. Kini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berencana mengembangkan wisata olahraga dengan memacu olahraga Dirgantara. Tujuannya untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Ada 5 daerah yang didorong untuk pengembangan olahraga dirgantara. Masing-masing adalah Karimunjawa, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kabupaten Semarang.

“Kita tinggal menunggu dari daerah untuk berinisiatif membangun, selanjutnya dari provinsi dan pusat yang akan menjual,” papar Kepala Seksi Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Tanti Apriani dalam Seminar Internasional Pengembangan Pariwisata Berbasis Aero Sport di Griya Persada Hotel, Bandungan, Semarang, Kamis (19/9/2019).

Kedatangan para atlet dirgantara diharapkan bisa mengenalkan potensi wisata di daerah sekitar. Misalnya, Kabupaten Semarang dengan Candi Borobudur, Kebumen dengan dataran tinggi Dieng, dan Karanganyar yang memiliki Candi Sukuh dan Cetho. “Tapi tentu segala sesuatunya harus dipersiapkan, karena olahraga dirgantara ini kan risiko tinggi dan even komunitas,” kata Tanti.

Tanti mengatakan, jumlah wisatawan di Jateng pada 2018 mencapai 48.943.607 orang, dengan wisatawan mancanegara 677.168 orang. Sementara, pada 2017, jumlah wisatawan 40.118.470 dengan wisatawan mancanegara 781.107. Jumlah tersebut sudah melebihi target yang dicanangkan.

“Paling banyak berasal wisatawan mancanegara dari kawasan Arab, dengan tujuan Dieng. Alasannya, mereka ingin merasakan daerah yang sejuk. Selain itu juga heritage di Semarang dan Solo,” kata Tanti.

Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Marsma Basuki Rochmat menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan atlet dan wisatawan dari luar negeri. Wilayah yang disodorkan pemerintah daerah cukup layak untuk pengembangan olahraga dirgantara.

“Kita akan berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata untuk berbicara soal wisatawan, soal edukasi dengan Kementerian Pendidikan, dan soal prestasi dengan Kementerian Olahraga,” kata Basuki. (fau/kompastravel/dbs)

 

Baca juga:

Muslim Travelers, Inilah Satu-Satunya Festival di Asia Tenggara yang Diakui UNESCO Ada di Yogyakarta


Back to Top