Institut Tazkia dan Pemprov Kaltim Jalin Kerjasama Pengembangan SDM Syariah

gomuslim.co.id – Institut Tazkia menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terkait program pengembangan sumber daya manusia (SDM) syariah. Kerjasama ditandai dengan acara serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kaltim di Ruang Program Internasional Kampus Tazkia Sentul City, Bogor, Senin (23/09/2019).

Terdapat tiga poin inti yang akan dibangun dalam kerjasama kedua pihak. Pertama, menyiapkan SDM bidang ekonomi syariah, SDM bidang hukum syariah, SDM bidang pendidikan ekonomi syariah, SDM profesional, dan penghafal Alquran.

Kedua, SDM yang akan merancang dan mengembangkan sektor-sektor industri halal meliputi pariwisata halal, makanan halal, UVOP, dan industri kreatif halal. Ketiga, SDM yang siap mengelola SDA Kutai dan sekitar Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M. menyampaikan pesan kepada suluruh mahasiswa penerima beasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Tazkia dan selalu mengedepankan adab sebelum ilmu. Hal tersebut bisa sebagai bentuk rasa syukur mahasiswa atas kepercayaan pemerintah dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Setelah lulus dari Tazkia, kami harapkan seluruh mahasiswa dapat kembali ke tanah asal dan mampu berkontribusi dalam membangun Kalimantan Timur menjadi Provinsi yang Gemah Ripah Loh Jinawi,” ujar Murniati.

 

Baca juga:

Dua Pimpinan Institut Tazkia Paparkan Riset Keislaman di Valencia Spanyol

 

Ia menegaskan, Tazkia sebagai kampus terbaik ekonomi syariah akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa. “Kami selaku manajemen dan seluruh dosen Tazkia akan berusaha membimbing mahasiswa dengan sepenuh hati baik baik dalam sisi keilmuan dan juga pembentukan akhlak mahasiswa,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si manyampaikan terima kasih kepada Institut TAZKIA yang sudah berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerahnya. Ia berjanji untuk mengirimkan kembali 200 mahasiswa dari Kaltim ke Institut TAZKIA tahun depan khusus untuk program hafidz dan ekonomi.

“Pesan saya untuk mahasiswa, kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras maksudnya kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Lalu, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Dan berdoa agar kerja keras dan cinta manusia dapat menjadi satu frekuensi menuju cita-cita yang diinginkan,” pesannya. (jms/tazkia)

 

Baca juga:

Rektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia

 

 


Back to Top