Gadis Asal UEA Ini Buat Proyek Gravitasi Buatan untuk Mudahkan Pekerjaan Astronot

gomuslim.co.id – Jawaher Al Janahi, siswi kelas 12 dari Ajman, Uni Emirat Arab (UEA) sedang dalam misi membantu para astronot tetap sehat di dalam pesawat ruang angkasa. Siswi sekolah teknologi di Ajman ini sedang menciptakan gravitasi buatan untuk memudahkan astronot seperti Hazzaa AlMansoori.

Gravitasi buatan tersebut masih memiliki kekurangan yang mengarah pada masalah kesehatan kronis seperti penglihatan yang buruk, sakit punggung, kehilangan massa tulang, keseimbangan tubuh, sakit kepala dan lainnya.

Jawaher adalah satu di antara lebih dari 2.000 calon ilmuwan muda dari 57 negara yang hadir di Expo Sciences International (ESI) Abu Dhabi 2019. Lebih dari 800 proyek sedang dipresentasikan oleh para peserta.

"Saya selalu tertarik pada astronomi. Gairah saya tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Saya berusaha memberikan kontribusi kecil untuk perjalanan eksplorasi ruang angkasa UEA. Saya menemukan bahwa banyak astronot menderita masalah kesehatan karena kehilangan gravitasi di pesawat ruang angkasa,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Rabu (25/09).

Menurut Jawaher, cara untuk menghindari masalah kesehatan bagi para astronot adalah memiliki semacam gravitasi buatan. Ia menyebut, NASA telah memasukkan gravitasi buatan ke dalam banyak proposal tetapi sejauh ini masih belum diimplementasikan. Dalam dua tahun terakhir, Jawaher telah melakukan bagian eksperimen dan penelitiannya sendiri.

Dia mencatat bahwa gravitasi buatan dapat dicapai dengan memiliki pesawat ruang angkasa berbentuk cincin dengan radius 250 meter. Cincin ini perlu berputar dua kali per menit untuk mensimulasikan gravitasi.

"Di stasiun ruang angkasa, gaya sentrifugal muncul untuk mendorong benda ke luar, tetapi kekuatan stasiun ruang angkasa memberikan gaya sentripetal yang berlawanan, yang mendorong ke dalam. Pekerjaan proyek saya mencakup fitur tambahan elektromagnet dan energi matahari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proyeknya akan mencegah masalah kesehatan astronot hadapi di luar angkasa. Gravitasi buatan, kata dia, juga akan membantu meningkatkan harapan hidup seorang astronot. “Saya berharap bahwa Pusat Antariksa Mohammed Bin Rashid akan membantu saya lebih jauh dalam proyek saya,” ucapnya.

Jawaher sendiri merupakan salah satu pemenang kompetisi Think Science untuk proyeknya. Ia dinominasikan untuk mengunjungi NASA tahun depan dan mempresentasikannya di sana. Tapi sebelum semua itu, dia berharap untuk berbicara dengan Hazzaa bulan depan melalui panggilan video di MBRC. "Aku ingin tahu apa yang dia rasakan tentang penggunaan gravitasi buatan," katanya.

 

Baca juga:

UEA Siap Bangun 1.000 Sumur di Negara-Negara Kekurangan Air Bersih

 

Dia sangat berharap Hazzaa kembali dari misi luar angkasanya agar astronot Emirati dapat berbagi wawasan penting yang akan membantunya lebih lanjut dalam pengerjaan proyeknya.

Sebuah Sarang Inovasi

Direktur Jenderal Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (ACTVET) Abu Dhabi Mubarak Saeed Al Shamsi menyebut, perhelatan Expo Sciences International (ESI) Abu Dhabi 2019 sebagai sarang inovasi dan peluang. Ia menilai, kegiatan ini merupakan mimpi yang menjadi momen nyata.

"Ini sangat menarik. Ada beberapa peserta yang masih berusia kurang dari sembilan tahun dan beberapa yang lain berasal dari Meksiko dan Chili," kata Al Shamsi.

Dia mengatakan pameran tiga hari yang diadakan oleh ACTVET adalah 'peluang emas' bagi mahasiswa dan komunitas bisnis. "Siswa memiliki platform untuk memamerkan proyek mereka. Mereka dapat bertukar ide dan belajar tentang proyek lain. Mereka mengetahui tentang beragam budaya, agama, dan bahasa," jelasnya.

Menurutnya, pameran ini merupakan 'undangan terbuka' bagi perusahaan dan pengusaha untuk mendapatkan wawasan tentang proyek-proyek terobosan yang potensial.

Dua hari ke depan di ESI akan menampilkan diskusi tentang robot, kendaraan ramah lingkungan dan rendah emisi, kesehatan dan energi terbarukan. Akan ada Konferensi Warga Muda di hari terakhir. (jms/khaleejtimes)

 

Baca juga:

Wow, UEA Punya Karyawan Robot Ritel Pertama


Back to Top