Redam Islamophobia, Tiga Kepala Negara Ini Sepakat Hadirkan TV Islam

gomuslim.co.id – Tiga Negara berpenduduk mayoritas Muslim, Pakistan, Turki dan Malaysia menjalin kerjasama dalam peluncuran saluran telivisi Islam berbahasa Inggris. Peluncuran saluran TV ini bertujuan untuk menghadapi tantangan termasuk Islamofobia yang dihadapi oleh dunia Muslim saat ini. 

Hal ini disampaikan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dalam Majelis Umum PBB dalam sesi ke-74. Pada pertemuan itu, Imran Khan bersama Presiden Erdogan, PM Mahatir sepakat untuk bersama-sama memulai saluran bahasa Inggris yang didedikasikan untuk menghadapi tantangan Islamofobia dan meluruskan catatan agama Islam bagi masyarakat dunia.

“Islam sangat membutuhkan media Islam sendiri,” ungkap Imrah Khan seperti dilansir dari publikasi Gulfnews, Jumat (27/9/2019).

 

Baca juga:

Erdogan Jadi Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2019

 

Menurut Imran, kesalahpahaman yang menyatukan orang-orang terhadap umat Islam akan diperbaiki. Kemudian, masalah penistaan akan dikontekstualisasikan dengan benar. "Seri & film akan diproduksi tentang sejarah Muslim untuk mendidik/menginformasikan bangsa kita sendiri dan dunia. Muslim akan dihadirkan dalam media yang berdedikasi,” tulisnya dalam akun Twitter.

Sebalumnya, Imran Khan juga menghadiri diskusi tingkat tinggi tentang ‘Countering Hate Speech’ yang diselenggarakan bersama oleh Pakistan dan Turki. Dalam pidatonya, ia menyerukan langkah-langkah efektif untuk melawan pidato kebencian dan Islamofobia. Selain itu menekankan pentingnya mengatasi penyebab dan konsekuensi dari fenomena ini.

Tentang meningkatnya insiden diskriminasi dan kekerasan berdasarkan agama dan kepercayaan, Perdana Menteri Imran menjelaskan bahwa agama tidak ada hubungannya dengan terorisme. Perdana menteri menunjukkan bahwa marginalisasi komunitas mana pun dapat mengarah pada radikalisasi.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan Muslim adalah komunitas yang paling rentan diangkat menjadi topik pembicaraan kebencian di seluruh dunia. Erdogan menyebut pidato kebencian sebagai salah satu kejahatan terburuk terhadap kemanusiaan. (hmz/gulfnews)

 

Baca juga:

Napi Muslim di Penjara Alaska AS Akan Dapat Fasilitas Ibadah dan Makanan Halal


Back to Top