#GrandCocoFest2019

Bertajuk 'Kelapa Emas Hijau Indonesia', Grand Coco Fest 2019 Hadirkan Berjuta Peluang dan Investasi Wakaf Produktif

gomuslim.co.id  – Grand Coco Village dan Wakaf Warrior bekerjasama dengan gomuslim sebagai media partner dan event organizer menggelar acara bertajuk Grand Coco Fest 2019 “Kelapa, Emas Hijau Indonesia”, pada Ahad, (29/09/2019), di Studio gomuslim, Jakarta Timur. Acara ini menghadirkan beberapa pembicara spesial di bidang Kelapa yang akan mengupas tuntas potensi kelapa sebagai wakaf produktif di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Grand Coco Village (PT Mulia Development)  Marzuki mengatakan denga  program Coco Village ini pihaknya berkomitmen membangun kavling produktif.

"Semoga gerakan desa emas ini akan menjadi berkelanjutan dan acara Grand Coco fest 2019 ini bisa menjadi wadah untuk mengenalkan potensi bisnis kelapa yang sangat luas, apalagi dengan 1600 produk turunan lain dari kelapa, yang bisa kita sebut emas hijau Indonesia ini, " papar Marzuki.

Selanjutnya, pada talkshow pertama, Grand Coco Fest 2019 menghadirkan Muhammad Unggul Ametung, selaku Kasubdit Kelapa mewakili Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Udoro Kasih Anggoro selaku Komisaris PT. Krambil Idjo Indonesia, Iwan Agustiawan Fuad selaku Komisoner Badan Wakaf Indonesia dan Gerakan Desa Emas, dan Marzuki Direktur Utama Grand Coco Village yang dimoderatori langsung oleh Herri Setiawan, CEO Wakaf Warrior dan  Direktur Grand Coco Village.

“Sejak tahun 2003 saya melihat dari data dan fakta, bahwa kelapa bisa menjadi potensi yang luas dan kuat di Indonesia.  16 tahun yang lalu, saat saya berada sebagai policy maker di Kementan RI, saya mendapat kesimpulan bahwa ada 550-an komoditas yang bisa dibesarkan dan satu produk yang paling menarik perhatian saya adalah kelapa ini. Karena itu, sayang mendukung  kalau potensi kelapa ini bisa kita kembangkan dengan baik dan luas,” jelas Unggul.

Adapun, Dirut Grand Coco Village, Marzuki, dalam pemaparannya mengatakan pihaknya mencoba masuk pada peluang wakaf produktif dengan membuat pola penanaman kelapa yang baik.

“1 kavling perkebunan adalah 1000 meter dengan 32 pohon, maka ada 320 pohon dalam 1 hektar. Skema ini yang kami tawarkan kepada calon investor dan kami buka harga Rp 50 juta per kavling,” jelas Marzuki.

Pembicara lain, Iwan Agustiawan Fuad selaku Komisoner Badan Wakaf Indonesia dan Gerakan Desa Emas mengatakan sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk tak lupa menyumbangkan sebagaian harta.

“Jika Zakat itu membersihkan harta, Infaq itu melemahkan harta yang bisa membuat kita tidak terlena dengan dunia, maka  wakaf adalah upaya kita untuk melepaskan harta kita. Maksudnya adalah wakaf ini berorientasi panjang yang bisa menjadi amal jariyah tak terputus meskipun kita sudah meninggal dunia plus bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” paparnya.

Kelapa, Emas Hijau Indonesia

Selain itu, dalam presentasinya, Herri Setiawan, CEO Wakaf Warrior dan  Direktur Grand Coco Village juga mengatakan program Grand Coco Village menjadi sebuah upaya untuk memaksimalkan potensi wakaf di Indonesia, agar tak hanya fokus pada 3M; Madrasah, Masjid, dan Makam saja.

“Maka program kami ini mengedepankan agro industry berupa Agro culture, agro industry, dan agro wisata. Karena itu, melalui Wakaf warrior adalah sebuah gerakan wakaf berbasis semangat entrepreneur berupa wakaf produktif yang memberikan manfaat dan bisa menjadi amal jariyah bagi kita.

Kepada gomuslim, CEO Wakaf Warrior menjelaskan alasan kenapa kelapa yang digarap menajdi lahan produk wakaf produktif. Menurutnya, secara histori, kepala menjadi yang laing khas di Indonesia. Apalagi, kelapa ini masuk menjadi industry dan investasi bintang lima yang sangat potensial di Indonesia, yang juga minim competitor, dan mempunyai nilai tambah yang tinggi, karena produknya bisa dibuat apa saja, seperti makanan minuman, kosmetik, furniture, bahkan jok mobil dari serabut kelapa,” jelas Herri Setiawan.

Lebih lanjut, kata Herri, untuk penjualan tahap pertama sampai hari ini, sudah sold out.

“Alhamdulillah, banyak juga konsumen kami yang ada beli 7 kavling, lalu ditambah 1 kavling untuk diwakafkan,” katanya.

Tak hanya itu, Grand Coco Fest 2019 juga menampilkan bazar produk dari kelapa, treatment kecantikan dari bahan dasar kelapa dari Moz5 Salon Muslimah, menampilkan pula demo masak oleh Chef Satrio Wibowo yang memasak dengan menggunakan bahan dari kelapa, dan dimeriahkan dengan penampilan grup band Nasyid Hiro. (fau)

 

 


Back to Top