Sempat Ragu dan Jadi Atheis, Begini Cerita Aktris Asal Pakistan Pertahankan Jadi Mualaf

gomuslim.co.id – Hidayah mudah diterima akan tetapi sangat sulit untuk istiqomah. Hal tersebut yang dirasakan oleh aktris asal Pakistan, Yashma Gill. Dirinya memiliki kisah menarik dalam perjalanan rohaninya, di mana, setelah ia menerima hidayah dan memeluk islam, kemudian sulit mempertahankan Istiqomah sehingga kembali menjadi Atheis.

Dilansir kantor berita The Express Tribune, Gill mengungkapkan, sebelumnya meniadakan adanya Tuhan dan memilih menjadi seorang ateis dan kembali lagi kepada Islam kemudian tanpa bisa menjaga keistiqomahannya, ia kembali atheis dan terakhir menjadi Islam kembali.

Diketahui, Gill adalah orang yang menentang gagasan agama sepenuhnya. Ia lantas berbagi tentang bagaimana dia dikenal lantaran berdebat tentang agama selama masa kuliahnya di Australia. Hingga iia kemudian bertemu dengan seorang teman bernama Warda.

 

Baca juga:

Sulit Dapatkan Busana Muslim, Mualaf Asal Italia Ini Rancang Busana Khusus Muslimah

 

"Ketika anda memiliki iman yang lemah, tabir jatuh menutupi pikiran Anda, dan bahkan jika seseorang menjawab pertanyaan anda, Anda tidak mengerti apa-apa," kata Gill, dalam percakapan baru-baru ini di acara internet Samina Peerzada, pada Rabu (9/10/2019). 

"Saya biasa memantau dan menganalisis segalanya secara berlebihan. Saya akan memastikan bahwa saya tidak menyinggung siapa pun dan bersikap baik kepada semua orang namun saya terluka. Itu mencapai titik di mana saya kehilangan keyakinan. Saya sering berkata pada diri sendiri bahwa 'jika ada seseorang di sana maka saya tidak akan terlalu menderita,” sambungnya.

Gill menuturkan bahwa dirinya selalu menceritakan tentang sosok Warda kepada siapapun. Saat ini, teman Muslimnya itu masih tinggal di Australia. Warda, menurut cerita Gill, adalah Muslimah berhijab. 

Awalnya, Gill berpikir tidak akan berteman dekat dengan Warda lantaran dia seorang Muslimah yang taat. Gill berpikir temannya akan menghakiminya. Sehingga, dia mulai mengabaikannya.

Akan tetapi, Warda menurutnya rupanya orang yang baik dan tidak pernah menghakiminya. Bahkan, sang teman memahami Gill dan masalah yang ia hadapi, serta mulai menjelaskan banyak hal kepadanya melalui perspektif Gill.

"Dia meminta saya untuk mencoba satu hal terakhir dan itu adalah memperbaharui keyakinan saya. Dia berkata 'oke coba saja ini dan jika keimananmu kepada Tuhan tidak kembali setelah ini, maka kamu bisa terus menjadi ateis'," katanya.

Seiring waktu, rasa perhatian satu sama lain tumbuh. Wardah lantas meminta Gill untuk beribadah shalat lima waktu sehari dan berpuasa selama bulan Ramadhan.

Gill pun menyetujuinya. Gill hanya ingin membuktikan satu hal bahwa apapun yang temannya itu minta untuk dia lakukan itu tidak ada gunanya. Dia lebih lanjut menjelaskan bagaimanad ia menganggap itu sebagai sebuah tugas dan memutuskan untuk menuruti perintah Warda. Warda juga memastikan agar Gill memahami setiap ayat yang dia baca selama shalat.

Butuh beberapa waktu bagi Gill menyadari keyakinannya. Selama satu bulan saat Ramadhan, dia mulai mendapatkan pekerjaan di Australia dan berhasil menyelesaikan beberapa masalah keluarga.

Saat bulan berakhir dan setelah Gill melakukan segalanya, dia pergi ke Warda dan mengatakan bahwa ia memberi kepastiannya. Namun, dia belum menerima bimbingan apapun. Dua hari setelah dia berhenti beribadah, Gill merasakan ada sesuatu yang hilang setiap kali dia mendengar seruan azan.

"Saya gelisah, fase-fase kecemasan yang telah lenyap dari waktu ke waktu mulai kembali terasa. Rasanya seperti saya melewatkan kuliah atau sesuatu yang penting untuk dilakukan," ujarnya.

Kembali pada Islam

Gill yang mulai menyadari akan pencariannya terhadap keyakinan agama lantas pergi menemui Warda dan menangis. Dia memberitahu temannya itu tentang perasaannya.

Kemudian, Warda mengungkapkan kepadanya bahwa dia harus bertanya kepada Gill tentang semua kesalahpahaman yang ada di benaknya. Warda lalu menjelaskan semua itu kepada Gill dan memberikan referensi beberapa pemahaman tentang Islam kepadanya.

"Anda tidak akan percaya, tapi dulu saya tidak pernah mengerti hal-hal seperti itu, tetapi untuk pertama kalinya, hari itu tidak ada pertentangan dengan jawaban yang saya dapatkan sebelumnya, muncul dalam benak saya dan saya mendapatkan kepuasan diri ini," ungkapnya.

Realisasi dan konfrontasi tersebut lantas meyakinkan Gill, yang secara terbuka meninggalkan Islam untuk ateisme, lalu kembali ke Islam. Dia merasa menemukan kedamaian dalam memiliki keimanan kepada Allah SWT setelah adzan membuat dirinya gelisah dan ingin dekat kepada Tuhannya Allah SWT. (hmz/TheExpressTribune)

 

Baca juga:

Pesantren Mualaf Rambah Pegunungan Jayawijaya Papua


Back to Top