KH Said Aqil Siradj: Pesantren Punya Peran Strategis untuk Pembangunan Bangsa

gomuslim.co.id – Sebagai capital society, pesantren mempunyai peran strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, pemerintah tidak mungkin bisa sukses jika tidak mengajak civil society dalam menjalankan program berkelanjutan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dalam acara forum Annual Conference 2019 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (8/10/2019). Menurutnya, Islam tidak mengajarkan untuk memiliki keturunan yang lemah dan bodoh.

Sebaliknya, Islam memerintahkan untuk membentuk generasi yang unggul dan kuat, dari segi keilmuan, harta dan maupun kesehatan. "Kemiskinan sering terjadi di tepi kekayaan alam, pantai. Nabi Muhammad SAW bersabda ada tiga hal yang tidak boleh dimonopoli yakni air, energi, dan hutan. Itu milik bersama dan tidak boleh dijualbelikan," jelasnya.

Ia menambahkan, kehidupan nelayan sangat jauh dari kecukupan. Bahkan, mereka terjerat hutang kepada rentenir. Negara harus hadir untuk menangani masalah tersebut. "Sebenarnya Allah sudah menganugerahkan kekayaan alam Indonesia cukup untuk menghidupi semua warganya. Tapi sistem yang menjadikan kekayaan berputar di kelompok tertentu saja," ucapnya.

KH Said Aqil juga menyoroti kekayaan Indonesia sebagai anugerah bagi masyarakatnya. "Kelautan Indonesia anugerah terbesar bagi bangsa. Kepulauan jumlahnya tujuh belas ribu lebih. Semuanya memiliki kekayaan tak terhingga. Pengelolaannya harus profesional dengan ilmu. Jihad itu membangun masyarakat agar terhindar dari kemiskinan, papan, dan sandang," tuturnya.

 

Baca juga:

PWNU Harap Pesantren Bisa Akses Fasilitas Negara

 

Menurut Kiai Said, Syeikh Badruzzaman an-Nursyi dari Turki pernah menyatakan bahwa ketinggalan umat Islam saat ini bukan masalah taklid. Tapi, orang Islam tidak menguasai teknologi dan sains.

"Laut Indonesia ini sangat kaya, tapi belum dikelola dengan maksimal. Karena kita belum menguasai teknologi. Kita orang Islam tahunya hanya ikan dan mutiara. Tapi kita tak mengetahui kekayaan laut lainnya," terangnya.

Forum ini mengambil tema Peran Pesantren dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) 14. Forum ini dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonego, Ketua Rabithah Ma'had Islamiyah (RMI) NU KH Abdul Ghofar Rozin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Ahmad Zayadi, dan para pengasuh Pondok Pesantren di bawah RMINU. (jms/nuonline)

 

 

Baca juga:

Direktur PD Pontren Kemenag: Kepribadian Santri Terbentuk dari Pelajaran Kitab Kuning


Back to Top