IZI Luncurkan Buku Amil Zakat Easy Going Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0       

gomuslim.co.id – Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ), Nana Sudiana kembali meluncurkan buku dengan judul Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0. Sebelumnya Nana Sudiana sudah menulis buku dengan judul "Mengenal IZI Lebih Dekat serta Siapa Memudahkan, Dia Dimudahkan".

Buku yang berisi tentang kiprah amil zakat di Era 4.0 ini pun Launching sekaligus dibedah dengan narasumber Nana Sudiana sendiri selaku penulis, ditemani Budianto sebagai moderator yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Forum Zakat. Selain itu, turut hadir Direktur Pendayagunaan Zakat dan Wakaf  Kementerian Agama RI, H. Muhammad Fuad Nasar.

Dalam sambutannya, Fuad Nasar menilai bahwa buku “Amil Zakat Easy Going” merupakan suatu tren positif untuk mengokohkan gerakan zakat tanah air, sudah tentu buku ini bisa dijadikan sebagai referensi lahirnya amil-amil zakat yang berkualitas.

“Kehadiran buku ini merangkum gagasan dan pemikiran kontekstual tentang zakat dengan berbasis pada pengalaman penulisnya, sangat relevan dan bermanfaat guna memperkokoh literasi intelektual gerakan zakat di tanah air,” tuturnya.

 

Baca juga:

Toko Buku Wali Songo Kwitang Oase Buku Islam di Jakarta

 

Menurut Fuad, tulisan-tulisan Nana dalam buku tersebut merupakan pemikiran yang sangat dalam, sehingga buku ini diharapkan mampu memacu lahirnya karya-karya dari para amil demi peningkatan zakat di tanah air.

“Semakin besar potensi zakat yang dapat dihimpun dan didayagunakan kepada mustahik melalui kinerja profesional amil, artinya semakin besar kontribusi umat Islam dalam merealisasikan cita-cita beragama dan tujuan bernegara di dalam aspek kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia,” tambahnya.

Sementara, Nana Sudiana dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa lahirnya buku “Amil Zakat Easy Going” bertujuan untuk mengajak para pelaku amil serta memberikan ketegasan bahwa menjadi amil merupakan perbuatan yang mulia.

“Menjadi amil, tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja, ia juga harus memiliki mental pejuang yang selalu siap berkorban dan mengabdi untuk kebaikan sesama, terutama untuk kalangan masyarakat dhuafa,” ucapnya.

Lanjutnya, Nana Sudiana sendiri menyadari bahwa di tengah gelombang perubahan yang sangat luar biasa para amil harus memiliki kekuatan lahir dan batin untuk bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan dalam gerakan zakat Indonesia.

“Butuh stamina yang kokoh dan nafas yang panjang untuk membawa gerakan zakat terus naik kelas dan berada dalam posisi terbaiknnya untuk membantu  menjadikan gerakan ini sebagai solusi persoalam umat,” tutupnya. (nov/IZI/dbs)

 

 

Baca juga:

Buku Pendidikan Agama Islam Masuki Tahap Review dan Uji Publik


Back to Top