Global Wakaf Edukasi Milenial Lewat Portofolio Aset Produktif

gomuslim.co.id – Direktur of Strategic Development Global Wakaf, Rizky Wihardi mengatakan literasi wakaf itu selama ini memang banyak disampaikan dengan naratif dan literatur secara tertulis. Namun, hakikatnya wakaf itu berbicara produktif sulit untuk dijelaskan hanya dengan narasi.

Berangkat dari hal tersebut, Global Wakaf mengedukasi masyarakat dengan membangun portofolio. Bersama PT Henan Putihrai (HP) Sekuritas, Global Wakaf menghadirkan layanan wakaf saham yang objeknya berupa saham syariah atau investasinya.

“Portofolio seperti apa? Contoh, fokus Global Wakaf adalah Nadzir penerima wakaf produktif. Produktif itu similar dengan ekonomi. Maka, Global Wakaf dengan dana-dana wakaf yang terkumpul, kami membangun aset-aset produktif seperti membangun peternakan, pertanian, warung, juga termasuk sumur-sumur,” ujarnya kepada gomuslim saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis, (10/10/2019).

Menurutnya, semua aset produktif disampaikan kepada masyarakat adalah salah satu strategi mengedukasi lebih riil dengan visualisasi yang jelas.

“Orang zaman dahulu mengenal wakaf sebagai tanah, makam, madrasah, masjid. Terbatas dengan itu saja. Mereka tidak paham bahwa ternyata yang paling fleksibel dan mudah itu adalah uang. Wakafkanlah uang. Tapi tidak paham uang itu akan digunakan untuk apa,” ungkapnya.

Karena itu, Global Wakaf menghadirkan portofolio-portofolio tadi sehingga orang paham bahwa wakaf itu tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu.

“Justru dengan berwakaf, bisa jadi Allah akan gantikan rejeki kita berlipat-lipat ganda dan memberikan manfaat yang banyak dengan aset produktif yang kami hadirkan tadi,” jelasnya.

Sasar Milenial

Rizky menambahkan, lewat metode kampanye yang menghadirkan portofolio tentang wakaf saham tadi justru disambut baik oleh para milenial. Menurutnya, milenial hari ini sudah mulai banyak tren nya yang berwirausaha dengan membuat startup-startup baru.

 

Baca juga:

Gubernur Bengkulu Ajak Masyarakat Berwakaf Saham Produktif Demi Bangun Ekonomi Umat

 

“Kami kumpulkan mereka dalam forum-forum kecil seperti bussines talk atau wakaf bussines forum. Kami mengajak mereka dalam membangun usaha agar jangan lupa, dari awal pondasinya harus disiapkan yaitu wakafkan sebagian sahamnya,” katanya.

Dengan begitu, milenial ini akan merasakan bahwa dengan membangun usaha tidak hanya sukses bagi dirinya dan keluarganya saja. Tetapi juga sukses membantu orang lain. Tanpa disadari usahanya bertumbuh, tapi keuntungan setiap tahun yang telah diwakafkan tadi justru membantu orang-orang lain.

“Itu yang menambah spirit mereka. Pada saat milenial itu tahu maknanya wakaf, mereka akan menjadi pribadi yang luar biasa. Alhamdulillah, hari ini sudah ada kurang lebih 25 perusahaan startup yang telah mewakafkan sahamnya. Mereka rata-rata dari golongan milenial,” paparnya.

Edukasi Wakaf

Kehadiran wakaf saham sendiri, sambung dia, merupakan bagian dari edukasi. Menurutnya, Global Wakaf tidak tertarik hanya dengan transaksionalnya saja karena itu sangat duniawi. Apalagi orientasi dunia di dalam bursa itu cukup kental. Orang ingin berinvestasi keuntungannya adalah uang atau kesuksesannya dunia saja.

Rizky menyebut Global Wakaf ingin hadir tapi tidak ikut campur dalam transaksinya. Pihaknya ingin mengedukasikan kepada mereka bahwa pada saat berinvestasi jangan hanya dunia, tapi akhirat.

“Nah, bagaimana caranya wakaf harus masuk di sana. Tugas utama kami, goal-nya adalah, orang kalau sudah berinvestasi mereka berpikir bahwa harta tidak bisa dibawa mati. GW ingin memberitahu kepada masyarakat umum bahwa harta bisa dibawa mati. Gimana caranya? Wakafkan!,” tandasnya. (jms)

 

 

Baca juga:

OJK Dorong Bank Wakaf Mikro Kembangkan Klaster Batik


Back to Top