Imam Masjid Amsterdam: Panggilan Adzan Bantu Normalkan Islam di Belanda

gomuslim.co.id - Sebuah Masjid di distrik Nieuw West Amsterdam, Belanda menyampaikan aspirasi agar dapat mengumandangkan Adzan dari menara-menara masjidnya. Langkah ini dilakukan agar pemerintah mendukung upaya menormalkan tradisi Islam.

Imam Masjid Blauwe dan Pusat Kebudayaan, Yassin Elforkani mengatakan pihaknya tidak mencoba untuk melakukan provokasi. Namun, pihaknya hanya menyampaikan keinginan agar kumandang adzan diizinkan.  

“Orang-orang mengaitkan kalimat ‘Allahu akbar’ dengan kekerasan karena terorisme internasional. Tetapi banyak pengunjung ke masjid kami justru mengalaminya sebagai bantuan meditasi,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi DutchNews.nl, Jumat, (11/10/2019).

Langkah ini pertama kali diumumkan di Facebook ketika para pemimpin masjid mengatakan mereka berharap bahwa panggilan untuk salat akan membantu menormalkan Islam di Amsterdam, salah satu kota indah di dunia ini. "Adzan dapat berkontribusi pada Islam yang pada akhirnya dianggap normal di Belanda," kata Elforkani.

Ia mengatakan bahwa panggilan Muslim untuk berdoa memiliki status hukum yang sama dengan lonceng gereja. Dewan kota memiliki wewenang untuk menentukan batasan.

 

Baca juga:

Imam Masjid di Turki Ini Punya Cara Unik Agar Anak-anak Betah di Masjid

 

Adzan di Barat

Adzan adalah panggilan untuk mengumumkan bahwa sudah waktunya untuk salat wajib lima waktu tertentu. Orang-orang Muslim di Barat sering tidak dapat mengumandangkan adzan karena alasan perizinan. Pihak berwenang setempat berpendapat bahwa panggilan itu akan menyebabkan gangguan kebisingan bagi warga.

Pada April 2013, para jamaah di masjid Fittja di Stockholm selatan mendengar seruan salat Swedia yang pertama kalinya.

Islam adalah agama terbesar kedua di Belanda, dipraktekkan oleh 4% dari populasi menurut perkiraan 2010 sampai 2011. Sebagian besar berada di empat kota besar negara itu, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht.

Sejarah awal Islam di Belanda berasal dari abad ke-16 ketika sejumlah kecil pedagang Ottoman mulai menetap di kota-kota pelabuhan negara. Akibatnya, Amsterdam memiliki masjid improvisasi pertamanya di awal abad ke-17. (jms/DutchNews.nl/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Lewat Olahraga Voli, Tim Atlet Hijaber Ini Ubah Stereotip terhadap Islam


Back to Top