Ajang Fashion Muslim Eropa, La Foire Musulmane Undang Desainer Muslim Indonesia pada 2020 Mendatang

gomuslim.co.id – Indonesia Fashion Chamber (IFC) sukses menggelar La Mode Sur La Seine a Paris untuk kedua kalinya di Kota Paris, pada 29 September 2019 lalu. Acara yang diadakan di atas Kapal Pesiar Boreas dan menyusuri Sungai Seine berkeliling Kota Paris ini memikat para pembeli dan media internasional.

Ditandai dengan berbagai apresiasi yang diperoleh dari buyer serta membuka peluang kerjasama bisnis antar desainer yang hadir dari negara Perancis, Belanda, Jerman, Italia, dan Swiss. Selain itu, penyelenggara ajang fashion muslim terbesar di Eropa, yaitu La Foire Musulmane (The Muslim Fair) mengapresiasi koleksi busana muslim yang dinilai otentik, unik, chic, dan modern. Mereka juga mengundang para desainer muslim untuk berpartisipasi dalam La Foire Musulmane (The Muslim Fair) yang ke-37 pada April 2020 mendatng.

“Kami memang bawa desainer dengan stylingnya masing-masing. Termasuk juga syar’i ya. Kemudian waktu itu mereka melihat, dan berpikir oh ini mereka ini tempatnya di Muslim Fair Paris. Mereka ngerasa perlu banget undang desainer-desainer untuk ke Muslim Fair,” kata National Chairman Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma kepada gomuslim saat ditemui di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin, (14/10/2019).

 

 

Hal tersebut menjadi sebuah prestasi tersendiri. Apalagi, menurut Ali, para desainer berhasil menjadi diri sendiri dengan keunikan dan keberagaman konten lokal namun mendapat sorotan positif dari para pembeli dan media internasional.

“Kami (IFC,red) belum ada persiapan khusus ya, karena undangannya juga baru kemarin banget. Tapi kalau para desainer sih tentu langsung pikirin ya. Produknya harus langsung produksi, karena kalau Muslim Fair itukan pasti lebih ke retail. Fashion shownya ada tapi lebih banyak jualannya,” jelasnya.

Pembukaan La Mode Sur La Seine a Paris diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Perancis, Arrmanatha Christiawan Nasir. Nasir menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris mendukung penuh perhelatan ini untuk mempromosikan potensi industri fashion Indonesia ke pasar dunia melalui Eropa yang memiliki berbagai kota pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London dsb.

Perhelatan ini juga turut didukung oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung yang menghadirkan karya Desainer Wignyo Rahadi dengan menggunakan hasil pengembangan kain tradisional asal Lampung, yaitu Tapis. Serta Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang yang mendukung talenta desainer muda untuk menembus pasar luar negeri. (nov/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Risa Maharani, Desainer Muda Lulusan SMK NU Banat Gelar Fashion Show Karyanya di Paris

 


Back to Top