Bersama BAZNAS, IPB Bahas SDM dan Perkembangan Ekonomi Syariah di Event IEWC 2019

gomuslim.co.idBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan The Islamic Economics Winter Course (IEWC) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB pada 14-19 Oktober 2019.

IEWC membahas perkembangan ekonomi syariah dalam skala global, menunjukkan peluang untuk berkembang secara signifikan. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya perkembangan jumlah umat muslim dan generasi muda muslim di skala global. 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bambang Soedibyo mengatakan, ada beberapa faktor yang mendorong sistem ekonomi syariah untuk berkembang secara signifikan dalam skala global. Termasuk optimisme terhadap pengelolaan zakat nasional yang cerah. Sehingga sangat penting untuk menyiapkan layanan yang terbaik bagi muzaki dan mustahik.

"Dengan layanan terbaik ini, zakat akan makin tumbuh dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia Islam masa kini," kata Bambang.

 

Baca juga:

Direktur KNKS: Ini Cara Lihat Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia

 

Menurutnya, Islam merupakan agama yang tercepat pertumbuhannya di dunia dibandingkan agama lainnya. Bahkan, sebuah data mencatat, prediksi perkembangan 32 persen dalam rentang waktu 2015 hingga 2060.

“Maka, diperkirakan masyarakat muslim akan menjadi peringkat pertama dalam populasi dunia, yaitu 70 persen,” kata Bambang, saat memberikan materi dalam The Islamic Economics Winter Course 2019, di Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin, (14/10/2019).

Dia menambahkan, bahwa populasi median-age penduduk muslim dalam range itu, juga memiliki angka yang lebih muda dibandingkan penduduk nonmuslim.

“Muslim median age itu antara 17-33 tahun pada range tahun tersebut. Nah, sementara  non uslim ada pada angka 31-42 tahun,” ujarnya.

Faktor pendorong lainnya adalah angka tercatat investasi dalam ekonomi syariah yang mencapai 745 juta dollar Amerika Serikat (AS) dalam rentang 2015-2018.

Perdagangan dalam sektor lifestyle atau gaya hidup muslim juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu, pada sektor impor mencatat angka 271,8 miliar dollar AS, dan ekspor mencatat angka 210,5 miliar dollar AS.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, mengatakan sektor ekonomi syariah menjadi salah satu sektor yang memiliki tren pertumbuhan yang cepat dibandingkan sektor lain. Perkembangan yang dinamis ini tentunya harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Supaya SDM unggul dapat memberikan dukungan bagi industri-industri yang bergerak dalam sektor ekonomi syariah. Dalam rangka memenuhi tuntutat pasar tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan dan kursus untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan SDM dalam bidang ekonomi syariah.

"Karena itu Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas dan Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, FEM IPB menginisiasi kegiatan The Islamic Economics Winter Course atau IEWC ini," ujarnya.

Untuk diketahui, IEWC merupakan kursus singkat ekonomi syariah secara komprehensif. IEWC juga memfasilitasi para peserta untuk dapat mengunjungi secara langsung industri-industri kunci dalam sektor ekonomi syariah. (hmz/akurat/dbs/foto: breakingnews)

 

 

Baca juga:

Sri Mulyani Terima Penghargaan Tokoh Pemajuan Ekonomi Syariah dari UMM


Back to Top