MUI Imbau Umat Waspadai Fenomena Crosshijaber

gomuslim.co.id – Masyarakat sedang dikejutkan oleh fenomena crosshijaber, melalui akun instagram  yang mengakui bahwa mereka adalah komunitas, pria-pria yang suka berdandan layaknya wanita berhijab. Dengan menggunakan baju muslim, dan seringkali model panjang dan lebar ala pakaian syar'i. Lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga seringkali tak ada yang tahu kalau sebenarnya mereka adalah pria.

Menanggapi fenomena crosshijaber tersebut, Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap hal itu suatu tindakan yang diharamkan dalam ajaran Islam.

"Ajaran Islam sejatinya melarang keras pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria karena secara takdir dan syariat pria dan wanita adalah berbeda," tegas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid.

 

Baca juga:

Hijab dan Kehormatan bagi Muslimah

 

Menurut Zinut, Nabi Muhammad SAW sudah melarang hal ini sejak lama. Bahkan dalam beberapa hadis, kata Zainut, beliau menyebutkan bahwa Allah SWT melaknat kaum pria yang menyerupai wanita dan sebaliknya.

"Larangan tersebut sejak pada zaman Rasulullah SAW sebagaimana haditsnya: 'Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki (HR. Imam Bukhori),'" tutur Zainut.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena tersebut. Mengingat belum diketahuinya motif dari mereka yang melakukan hal itu.

"Fenomena crosshijaber perlu diwaspadai apa motif gerakan ini? Apakah sekedar mode saja ataukah ada motif lain, misalnya kriminal, teror atau ingin merusak citra hijab itu sendiri," katanya.

Salah satu pengguna hijab, Nur, menolak adanya komunitas tersebut. Dia menilai, fenomena crosshijaber ini mencoreng hijab.

"Hijab itu kan pakaian takwa, identitas. Jadi tidak boleh kalau dipakai oleh laki-laki. Setiap manusia harus sesuai fitrahnya dia," tutur Nur.

Dia juga khawatir, hijab akan dijadikan alat untuk melakukan kejahatan.

"Saya pernah mengalami sendiri soalnya. Dipepet ibu-ibu pakai hijab besar. Ternyata mau ambil barang saya," lanjut Nur. Karena itu, dia berharap, penganut crosshijaber tidak menggunakan hijab ketika di tempat umum. Juga tidak menggunakan fasilitas umum untuk wanita.

"Karena kalau yang pakai hijab seperti saya, beberapa bagian tubuh kan aurat ya. Nanti kelihatan sama mereka, dong," kata Nur. Untuk diketahui, saat ini, akun yang menghebohkan jagat sosial media tersebut telah dihapus oleh pemilik yang belum diketahui identitas dan motifnya. (nov/liputan6)

 

 

Baca juga:

World Hijab Day 2019, Momentum Berhijab Para Muslimah


Back to Top