KAMMI Turki Hadiri Pertemuan South Asian Youth Organization di Ankara

gomuslim.co.id - Konflik dan permasalahan yang menimpa bangsa-bangsa Muslim di kawasan Asia menarik perhatian diaspora mahasiswa Muslim di Turki. Melalui platform South Asian Youth Organization (SAYO), para mahasiswa Muslim dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara itu kemudian menggelar pertemuan mahasiswa lintas negara.

SAYO adalah organisasi mahasiswa Muslim Asia Selatan dan Asia Tenggara yang didirikan di Ankara pada 24 April 2012. Saat ini SAYO memiliki keanggotaan lintas negara dari Bangladesh, India, Myanmar, Filipina dan Indonesia.

Pertemuan tersebut mengangkat tema “The Importance of Islamic Solidarity between Neighbouring Countries in South Asia and Southeast Asia” yang bertempat di Kantor Pusat ESAM (Ekonomik ve Sosyal Araştırmalar Merkezi) di Balgat, Ankara.

 

Baca juga:

KAMMI Pusat Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

 

Presiden SAYO, Ashequr Rahman Saykat dari Bangladesh menyatakan pentingnya persatuan dan solidaritas ummat di antara diaspora Muslim, khususnya pelajar Asia Selatan dan Asia Tenggara.

“Bangsa Muslim sebenarnya memiliki banyak kesamaan budaya, nilai dan cara pandang. Melalui pertemuan ini diharapkan diaspora lintas negara saling mengenal satu sama lain dan peduli terhadap permasalahan umat Islam di kawasan,” ucapnya.

“Saat ini memang kita semua adalah pelajar, tetapi di masa depan kita akan menjadi pemimpin di negara kita masing-masing,” sambung mahasiswa Master of Agriculture – Ankara University tersebut.

Terkait masalah Rohingya, Wakil Presiden SAYO, Abdhusukkur dari Myanmar angkat bicara menyatakan pendapatnya.

“Terjadi penindasan sistematis dan kejahatan genosida yang menimpa bangsa Rohingya. Jika dibiarkan sendirian kami tidak mampu berbuat banyak untuk melawan. Dengan adanya dukungan diaspora lintas negara dari SAYO, saya yakin advokasi isu Rohingya akan menguat di level internasional,” jelas Abdhusukkur.

Wakil Presiden SAYO lainnya, Esmail Adil Sumagka dari Filipina menjelaskan pandangannya tentang perjuangan Bangsamoro. “Bangsamoro telah melakukan perlawanan pada kolonialisme terpanjang di dunia yaitu selama 500 tahun. Saat ini kami sedang memperjuangkan keadilan ekonomi dan pembangunan yang lebih baik untuk Bangsamoro,” imbuhnya.

“Saya juga yakin bahwa mahasiswa Moro yang berada di Turki akan menjadi intelektual Muslim yang akan membangun kemajuan Mindanao di masa depan,” tegasnya.

Terkait dengan visi global perjuangan SAYO, Ketua Majelis Pertimbangan KAMMI Turki, Adhe Nuansa Wibisono menyatakan dukungannya.

“KAMMI Turki mendukung platform perjuangan SAYO untuk membangun solidaritas ummat antar kawasan. Masalah Rohingya, Bangsamoro, Kashmir, Uighur dan Palestina adalah masalah bersama ummat Islam. Kita bersama-sama menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap perjuangan bangsa-bangsa Muslim di Asia dan seluruh dunia,” pungkasnya. (nov/kammi)

 

 

Baca juga:

Lantik Pengurus Baru, KAMMI Turki Tingkatkan Literasi dan Prestasi Akademik untuk Kemajuan Indonesia


Back to Top