Usai Dirilis Menag, PNBP Unit Percetakan Alquran Resmi Beroperasi

gomuslim.co.id - Unit percetakan Alquran (UPQ) Kementerian Agama kini melayani permintaan berbasis APBD atau sumber anggaran lainnya. Diketahui sebelumnya, UPQ hanya menerima percetakan berbasis APBN saja.

"Inilah satu-satunya UPQ milik negara. Tidak lagi hanya mengerjakan berbasis APBN,  tapi juga bisa mencetak Alquran dari dana di luar APBN," tegas Menag Lukman Hakim Saifuddin saat merilis cetak perdana 1000 eksemplar Al-Quran Terjemah Bahasa Mandar yang diajukan oleh Balai Litbang dan Diklat Makassar, di Ciawi-Bogor, Kamis, (17/10/2019). Cetak perdana ini sekaligus menandai dimulainya PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) UPQ.

Status PNBP UPQ ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Agama yang di dalamnya terdapat pengelolaan PNBP Unit Percetakan Al-Qur’an. Regulasi ini disusul dengan Keputusan Menteri Keuangan No 584/KMK.02/2019 tanggal 22 Juli 2019 tentang Persetujuan Penggunaan Dana PNBP Kemenag yang salah satunya bersumber dari UPT UPQ. 

 

Baca juga:

Kemenag Kini Miliki Pangkalan Data Mushaf Alquran di Asia Tenggara

 

PNBP UPQ dianggap sebagai potret kepercayaan negara atas perkembangan UPG yang pernah mengalami fase mati. Sejak 2016 UPQ mencoba bangkit kembali dan terus berbenah dan menambah jumlah produksi.

Tahun 2019 menjadi tahun cemerlang bagi UPQ karena mampu mencetak 1juta eksemplar yang terdiri dari Mushaf Alquran, Alquran dan Terjemahnya, Juz Amma, dan Surat Yasin. Padahal terhitung dari 2016-2108, UPQ hanya mencetak 585.000 eksemplar.

Produk cetakan UPQ didisribusikan secara gratis ke berbagai daerah, baik melalui Kanwil Kemenag Provinsi atau langsung ke masyarakat umum, serta yayasan, ormas, dan lembaga pendidikan Islam. 

UPQ kini juga menjadi destinasi wisata pendidikan di Kab Bogor. "Saya mengajak UPQ dan Ditjen Bimas Islam untuk melahirkan program yang lebih inovatif dan kreatif, serta terus bersinergi dengan Pemkab Bogor," pesan Menag.

Selain itu, Menag juga merilis cetakan Mushaf Standar Indonesia (MSI), Juz Amma dan Terjemahnya, serta Surat Yasin, di UPQ, Bogor. Ketiganya sudah menggunakan naskah terbaru dari LPMQ hasil karya dari kaligrafer putra bangsa. (waf/kemenag)

 

 

Baca juga:

12 Juta Eksemplar Beredar Tiap Tahun, Menag Beri Apresiasi bagi Pentashih Alquran


Back to Top