Kemenag RI Percepat Slot Time Penerbangan Haji 2020

gomuslim.co.id – Pasca musim haji 1440H/2019, kini Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan penyelenggaraan haji 2020 dengan penetapan slot time penerbangan jamaah haji Indonesia.

Direktur Jenderal PHU Nizar Ali mengatakan pihaknya akan mempercepat pengajuan slot time penerbangan ke pihak Arab Saudi. Menurutnya, dengan mempercepat pengajuan, diharapkan penetapan slot time penerbangan haji tahun 2020dapat dilakukan lebih awal dibanding musim haji sebelumnya.

"Penjajakan slot time pendaratan pesawat di Madinah bisa disetujui pihak otoritas Bandara Madinah. Tanggapan dari Arab Saudi membuka seluas-luasnya untuk diajukan, bahkan seminggu dari jadwal penerbangan juga bisa dilakukan," kata Nizar Ali dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Agama, pada Kamis, (17/10/2019).

Sementara itu, Slot Coordination Manager Tibah Airport Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz Madinah, Khalid Almuhaimad menyatakan akan mengupayakan permintaan penetapan slot time lebih awal dari pemerintah Indonesia. Syaratnya, perusahaan penerbangan sesegera mungkin menyerahkan jadwal kepada otoritas Bandara Arab Saudi.

"Kami tidak bisa memproses hal itu kalau tidak ada usulan dari perusahaan penerbangan," ujar Khalid.

 

 

Baca juga:

Dirjen PHU: Kloter Haji Berbasis Kecamatan Akan Permudah Bimbingan Ibadah

 

 

Kemudian, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, menegaskan, Ditjen PHU akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Ditjen PHU akan berkoordinasi dengan dua maskapai pengangkut jemaah haji Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

"Terkait hal itu, kami akan koordinasi dengan Garuda dan Saudi Arabian bagaimana keputusannya dengan kedua maskapai tersebut, agar mengetahui bagaimana kesulitannya. Kalau kita sudah mendapatkan slot time dari awal, ini kan bisa membantu merotasi pesawat lebih awal," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang layanan fast track. Fast track merupakan program dari Arab Saudi yang tujuan utamanya adalah memberikan kelancaran terhadap Jemaah haji tahun 2020.

Fast track merupakan fasilitas layanan yang semula hanya diberikan kepada dua negara, Malaysia dan Indonesia. Namun pada musim haji 2019, fasilitas ini sudah diberikan kepada lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Bangladesh, India, dan Tunisia.

Namun, penerapan fast track saat ini masih meninggalkan permasalahan karena layanan ini hanya berlaku bagi jemaah. Sementara itu, tas dan barang bawaan lainnya diangkut oleh perusahaan terpisah. Ini juga belum termasuk pengangkutan kursi roda (whellchair).

Untuk diketahui, Nizar bertemu dengan pihak Otoritas Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz Madinah, di Jakarta. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Konsul Haji Endang Jumali, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, serta Kepala Seksi Penyiapan Transportasi Udara Edayanti. (hmz/rilis/kemenag)

 

 

Baca juga:

Pemprov Lampung Siapkan Penerbangan Perdana Rute Lampung-Jeddah


Back to Top