Masjid At-Tanwir Usung Konsep Teknologi Ramah Lingkungan

gomuslim.co.id – Masjid ramah lingkungan kini menjadi tren baru dalam layanan rumah ibadah. Salah satu masjid yang menggunakan konsep dan inovasi ini adalah Masjid At-Tanwir yang digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketua Pembangunan Masjid, Muhadjir Effendy, mengatakan Masjid At-Tanwir akan dibangun dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan yang belum pernah digunakan di  masjid-masjid lainnya.

“Gedung Go Green dari bangunan ini akan menggunakan sel surya dan recycle air wudhu untuk siram tanaman dan kloset. Dengan demikian air yang digunakan di masjid akan super irit,” ujarnya, Kamis, (17/10/2019).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga menambahkan, tempat wudhu yang dibangun juga akan menggunakan konsep modern dengan konsep taman kota dilantai satu. “Konsep ini selain dapat menambah keindahan dan kenyamanan, juga dapat mendukung konsep taman kota yang ada disekitar masjid,” imbuhnya.

Inovasi lainnya yang diterapkan di masjid ini adalah lift bertenaga surya. Dengan konsep ini Muhammadiyah telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan di tengah ibukota yang sangat padat.

Sementara penggunaan sarana bangunan untuk lantai 1 akan digunakan untuk taman dan tempat wudlu, lantai 2 dan 3 diperuntukkan bagi shalat laki-laki, sedangkan lantai 4 untuk perempuan. Sedangkan lantai 5 dan 6 akan diperuntukkan Perpustakaan Muhammadiyah, ruang kajian (diskusi) dan ruang pertemuan.

Bangunan setinggi 6 lantai tersebut direncanakan akan menghabiskan biaya 31 Milyar. Diharapkan kebutuhan biaya dapat terpenuhi dari infaq anggota serta umat secara umum.

 

Baca juga:

Masjid Az-Zikra Milik Almarhum Ustadz Arifin Ilham Jadi Percontohan Masjid Ramah Lingkungan

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berharap masjid ini dapat memakmurkan masyarakat dan meningkatkan spirit menuju hal yang baik. JK juga mengungkapkan bahwa setidaknya di Indonesia ini ada 800 ribu masjid yang tersebar diseluruh pelosok Nusantara, belum lagi ditambah mushola-mushola kecil di tiap daerah.

Menurutnya, hal ini perlu dikelola dengan baik agar kedepannya menggerakkan masyarakat menuju hal yang positif. “Harus memang mengatur dan mempengaruhi masjid agar lebih baik, mengajarkan kedamaian dan menggerakkan masyarakat ke hal-hal yang positif,” ungkap JK yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia periode 2012-2022 ini.

JK mengatakan, masjid berperan multifungsi dan memberikan optimisme serta kebaikan. “Apa yang dilakukan masyarakat di masjid 80% adalah mendengar, dan 20% nya baru tentang urusan beribadah. Hal yang didengarkan di dalam masjid pun banyak, ada ceramah, pengajian, pendidikan, atau pengumuman,” jelas Jusuf Kalla.

Wapres juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Muhammadiyah selama ini. “Terima kasih atas kerjasama dan dukungan Muhammadiyah selama ini. Banyak beribadah banyak output untuk ber-fastabiqul khoirot,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Watimpres Malik Fadjar, Menteri Pertanahan RI Ryamizard Ryacudu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, serta jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah. (jms/muhammadiyah)

 

 

Baca juga:

Ramah Lingkungan dan Junjung Toleransi, Ini Masjid Unik di Inggris


Back to Top